KSAD Pimpin Upacara Alih Kodal Pasukan Tempur Kodam XIV dan Kodam XVII ke Divisi III Kostrad - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Thursday, 12 July 2018

KSAD Pimpin Upacara Alih Kodal Pasukan Tempur Kodam XIV dan Kodam XVII ke Divisi III Kostrad

Maros/Zonasatu - Sebanyak satu Brigade Tempur dari Kodam XVII/Cenderawaih dan dua Batalyon Bantuan Tempur dari Kodam XIV/Hasanuddin mengalami alih Komando dan Pengendalian (Kodal) ke Divisi Infanteri III/Kostrad pada dalam sebuah upacara yang berlangsung di lapangan Mabrigif Para Raider 3/III Kostrad, Kecamatan Kariango, Kabupaten, Maros, Kamis (12/7/2018).

Kodal Brigade Infanteri (Brigif) Raider 20/Ima Jaya Keramo Kodam XVII/Cendrawasih, Yon Arteliri Medan (Armed) 6/105-Tarik/Tamarunang dan Yon Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 16/Sula Bhuana Cakti, Kodam/XIV Hasanuddin, diambilalih oleh Divisi III Kostrad yang bermarkas di Kariango.

Upacara alih kodal ini dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono. Alih kodal Brigif 20/ IJK. Kodam/XVII diserahterimakan oleh Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Supit. Sementara, Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI, Agus Surya Bhakti menyerahkan Yon Armed 6/105/Tamarunang dan Yon Arhanud 16/SBC, Kodam/XIV Hasanuddin.

Panglima Divisi Infanteri III/Kostrad, Mayjen TNI, Ahmad Marzuki menerima penyerahan alih kodal tersebut.

Pengalihan kodal itu ditandai dengan penyerahan tunggul satuan dari Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI  Agus SB dan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI D Supit kepada Panglima Divisi III/Kostrad Mayjen TNI Ahcmad Marzuki.

Dalam amanatnya, Mulyono menyatakan bahwa alih Kodal satuan jajaran Kodam XIV/Hasanuddin dan Kodam XVII/Cenderawasih ke Kostrad, merupakan bagian dari upaya penataaan organisasi, pengembangan dan pembangunan kekuatan prajurit TNI AD. Diharapkan kebijakan itu dapat menunjang pembangunan kekuatan minimun atau minimum essential force (MEF).

"Ada beberapa satuan yang dilebur untuk bergabung ke Divisi tiga Kostrad. Makanya kekuatannya semakin maksimal. Setelah divisi dibentuk, maka satuan pendukung dan kekuatannya harus ditata kembali," katanya.

Alih kodal harus dilakukan demi mempercepat proses operasional dari Divisi III. Personel Divisi III berasal satuan gabungan yakni Brigif 20/ IJK Kodam XVII/Cendrawasih, Yon Armed 6/105-Tarik/TMR dan Yon Arhanud 16/SBC Kodam XIV/Hasanuddin.

Penataan dilakukan oleh TNI AD, bukan berdasar pada permasalahan yang bersifat darurat. Namun murni, dibentuk karena penataan organisasi. "Penataan merupakan hal yang baku bagi TNI AD. Kami inginkan, organisasi terus berkembang, dan ditata sesuai dengan kebutuhan. Kedepan, kami akan menata kembali personel yang dilebur ke Divisi tiga," katanya.

Mantan Pangkostrad ini mengatakan, pembentukan Divisi III/Kostrad berawal dari perkembangan lingkungan strategis saat ini. Menurutnya, dalam skala global, regional maupun nasional, telah memberikan indikasi masalah-masalah potensial yang dapat menjadi ancaman nyata terhadap kedaulatan negara.

Divisi III/Kostrad diproyeksikan dapat mengatasi tiga trouble spot di wilayah NKRI secara simultan. "Sebagai unsur darat pasukan pemukul reaksi cepat (Striking Force) dan sekaligus pasukan siaga (Standby Force)," ujar mantan Pangdam Jaya ini.

Alumni Akmil tahun 1983 ini  menegaskan, kebijakan melakukan alih kodal bukan untuk menjadi penghalang mewujudkan kohesi satuan dan satuan komando jajaran TNI AD. 

"Prajurit TNI AD, loyalitas kepada satuan dan institusi di atas segalanya, dan kalian pasti mampu melaksanakan tugas sebagai prajurit-prajurit Angkatan Darat dengan sebaik-baiknya," tegas KASAD.

Dengan lahirnya, Divisi Infanteri III Kostrad, maka Kodam XVII/Cendrawasih akan membentuk Brigade Mekanis, Para Raider dan Divisi Raider.

Sementara, Pangdam XIV Hasanuddin Makassar, Mayjen TNI Agus Surya Bhakti mengatakan, alih kodal yang dilakukan karena anggaran dan lahannya sudah siap. Pembentukan Devisi III, membuat Kodam XIV/Hasanuddin mengalami kekurangan prajurit.

Namun hal tersebut tidak menjadi permasalahan yang serius. "Kami akui, kekurangan personel. Tapi itu tidak menjadi masalah. Kami akan berkoordinasi dengan Pangkostrad soal itu," katanya.

Penulis : Noor Irawan
Sumber : -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com