Berdamai Pasca Pilkada Bukti Kemenangan Demokrasi di Indonesia - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Thursday, 5 July 2018

Berdamai Pasca Pilkada Bukti Kemenangan Demokrasi di Indonesia

Jakarta/ZonaSatu -  Setelah sempat terjadi perbedaan pandangan dan pilihan, selama masa kampanya Pilkada serentak 2018 yang telah berlangsung dengan baik, aman, dan damai, sesuai dengan nilai-nilai demokrasi, kini saatnya bangsa Indonesia kembali merajut rekonsiliasi kebangsaan sebagai bukti kemenangan demokrasi di Indonesia.

“Tidak ada untungnya bagi siapapun, pertikaian dan permusuhan yang menodai kedamaian dan persatuan kita sebagai bangsa. Kita merdeka untuk maju bersama dan kedamaian menjadi salah satu kuncinya. Ayo berdamai, bersaudara, untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof. Dr. M. Mahfud MD, SH, di Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Rekonsiliasi, menurut Mahfud harus diarahkan pada pemikiran untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan untuk Indonesia damai. Persaudaraan yang dibangun bangsa ini telah lama terjalin sebagai bagian dari kultur bangsa ini.

“Jangan hanya karena perbedaan dalam momentum pemilihan pemimpin yang satu kali dalam lima tahun, membuat persaudaraan itu menjadi rusak. Jangan korbankan persaudaraan hanya untuk kepentingan lima tahun.” tegas pria kelahiran Sampang ini.

Lebih lanjut, ia menilai kesuksesan ini menjadi bukti bahwa rakyat Indonesia adalah rakyat telah matang dalam berdemokrasi. Namun, kedepan kualitas demokrasi di Indonesia harus terus ditingkatkan, terutama menyongsong Pemilu dan Pilpres 2019. 

“Pilkada serentak telah berjalan damai dan bebas dari isu money politic yang masif. Tidak ada teror, serta tidak ada penghadangan seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. Aparat yang semula dikhawatirkan tidak netral malah berjalan sangat netral, tidak ada laporan mengenai aparat yang tidak netral,” terangnya. 

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat institusi penyelenggara Pilkada Kepolisian, KPU, Bawaslu dan DKPP yang telah bertugas secara profesional dan bersikap netral. Mahfud merasa kualitas Pemilu 2019 mendatang akan berjalan lancar.

Untuk itu, Guru Besar Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini meminta aparat ke depan membuat semacam cyber army. Keberadaan cyber army ini menjadi penting untuk mengimbangi provokasi yang bersifat hoax, terutama black campaign (kampanye hitam) yang lazimnya selalu masif tersebar dalam momentum kontestasi politik.

“Berbeda dengan black campaign, negative campaign dibolehkan asalkan berupa fakta-fakta yang menunjukan kelemahan dan kejelekan si calon. Sementara black campaign adalah fitnah dan mengada-ada,” terang Mahfud

Ia menilai, penyebaran black campaign secara masif akan mencederai proses demokrasi yang telah dibangun bangsa ini. Mahfud meminta masyarakat juga menjadi kunci untuk memotong akses penyebaran hoax dan kampanye hitam.

“Masyarakat harus memiliki ketahanan terhadap penyebaran hoax, karena di mana ‘pemain-pemain’ hoax adalah orang terdidik, sementara penyebarnya kurang terdidik," ujar Mahfud MD mengakhiri.

Reporter : Adri Irianto
Sumber :

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com