Indonesia Sudah Membuktikan, Pendekatan Lunak Efektif Tanggulangi Terorisme - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Thursday, 16 August 2018

Indonesia Sudah Membuktikan, Pendekatan Lunak Efektif Tanggulangi Terorisme

Jakarta/ZONASATU - Pendekatan lunak (soft power approach) dalam menangani persoalan terorisme yang dilakukan pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merupakan sesuatu yang patut dibanggakan. Dalam sejarah penanggulangan terorisme di dunia, pemerintah Indonesia telah membuktikan bahwa pendekatan lunak melalui aspek kemanusiaan dapat meredam aktifitas terorisme.

Salah satunya BNPT telah mengumpulkan lebih dari 121 orang yang terdiri dari mantan mantan narapidana terorisme dan 51 orang keluarga korban dalam satu forum acara Silaturrahmi Kebangsaan untuk saling memaafkan dan menghapus sejarah kelam masa lalu.

Demikian ditegaskan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius, MH dalam paparannya pada acara The 7th World  Peace  Forum (WPF) dengan tema the Middle Path for the World Civilization di Hotel Sultan,  Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban (UKP-DKAAP) bekerjasama dengan Center for Dialog and Cooperation Among Civilization (CDCC) dan Chengho Multi Culture and Education Trust (CMCET) dari Malaysia.

Dalam kegiatan ini BNPT diundang untuk menyampaikan pengalaman bangsa ini dalam penanggulangan radikalisme dan terorisme. Kepala BNPT menegaskan keberhasilan pemerintah dalam menangani terorisme selama ini karena mampu mengedepankan strategi lunak melalui pendekatan kemanusiaan. Hal ini tentu saja berbeda dengan negara-negara lain yang lebih banyak mengandalkan pendekatan keras melalui penegakan hukum dan militeristik.

“Saling memaafkan antara pelaku dan korban aksi terorisme merupakan salah satu cara pemerintah dalam mengikis dan menyelesaikan isu isu terorisme dan radikalisme di Indonesia. Metoda ini cukup efektif dalam menumbuhkan semangat kebersamaan antara kedua pihak dan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam membangun masyarakat indonesia yang lebih aman dan damai tanpa ada perasaan bersalah dan minder dengan masyarakat biasa,” ujar Komjen Pol Suhardi Alius.

Lebih lanjut, mantan Kabareskrim Polri ini mengatakan bahwa mengedepankan pendekatan lunak tentu merupakan proses cukup berat. Namun perpaduan dengan pendekatan budaya lokal mampu mendorong efektifitas pendekatan lunak. Saling memaafkan merupakan budaya bangsa ini yang dapat dijadikan sarana dalam menguatkan hubungan pelaku teror dan korban.

“saling memaafkan dan bertukar kisah dan kehidupan masing masing cukup memberikan kesan bagi kedua pihak dan mendapat dukungan dari pemerintah sehingga masalah masalah yang dihadapi pasca aksi dapat diselesaikan secara bersama,” ucap alumni Akpol tahun 1985 ini.

Suhardi menambahkan selain pendekatan budaya lokal, BNPT juga melakukan berbagai langkah pencegahan dengan menggunakan pendekatan pendekatan literasi dan sosialisasi ancaman terorisme. Salah satunya pelibatan semua pihak termasuk anak-anak muda milineal dalam pencegahan paham radikalisme terorisme, terutama di dunia maya.

“BNPT saat ini telah memiliki kurang lebih 700 relawan duta damai di beberapa daerah yang berpartisipasi dalam menyebarkan konten-konten positif dan perdamaian untuk menangkal propaganda radikalisme dan terorisme di dunia maya,” kata mantan Kapolda Jawa Barat ini mengakhiri.

Seperti diketahui, kegiatan yang telah digelar selama tiga hari (14-16 Agustus 2018) ini dihadiri sejumlah tokoh agama dari berbagai negara seperti Eropa, Arab, Afrika dan Asia termasuk dari Jepang, Korea dan China.

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun dan memperkuat dan mengarusutamakan jalan tengah dalam menciptakan peradaban dunia yang damai dan aman serta menghindari benturan peradaban yang diakibatkan oleh perbedaaan keyakinan dan keagamaan. Karena problem utama peradaban saat ini yang sangat erat dengan pandangan keagamaan adalah terorisme.

***
Penulis : Adri Irianto
Sumber : -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?