IPW Menilai Tiga Jenderal Ini Layak Duduki Jabatan Wakapolri - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Thursday, 16 August 2018

IPW Menilai Tiga Jenderal Ini Layak Duduki Jabatan Wakapolri

Jakarta/ZONASATU -  Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (15/8/2018) kemarin telah melantik Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin menjadi Menteri Pandayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN RB). Syafruddin menggantikan posisi Abnan Abnur yang mengundurkan diri.

Mengenai siapa yang akan menggantikan posisi Syafruddin, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian telah mengusulkan sejumlah nama untuk menempati posisi Wakapolri. Ada beberapa jenderal berpangkat bintang dua dan tiga yang memiliki kesempatan untuk menjadi orang nomor 2 di tubuh Polri tersebut.

Polri saat ini memiliki 8 orang jenderal bintang tiga (Komjen). Kedelapan orang itu adalah Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius, Kabaharkam Polri Komjen Moehgiyarto, Komjen M Iriawan yang saat ini menjabat Plt Gubernur Jawa Barat, Kepala BNN Komjen Heru Winarko, Irwasum Polri Komjen Putut Eko Bayuseno, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono, Kalemdikpol Komjen Unggung Cahyono dan Kabaintelkam Polri Lutfi Lubihanto.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai, dari delapan nama tersebut,  ada tiga nama yang cocok untuk mengisi kedudukan sebagai Wakapolri pengganti posisi Syafruddin.

"Ada tiga yang menjadi calon kuat untuk posisi Wakapolri menggantikan Komjen Syafruddin yakni, Komjen Suhardi Alius, Komjen Moechgiyarto, dan Komjen M Iriawan," ujar Neta dalam siaran persnya kepada wartawan, Kamis (16/9/2018).

Dibanding lima lainnya, Neta menilai ketiga jenderal tersebut lebih berpotensi mengisi kekosongan TB2 (kode Tri Brata). Ketiga petinggi Polri yang sering dibahas di internal untuk diusulkan sebagai Wakapolri.

"Yang tiga Komjen itu yang kita pantau masuk dalam pembahasan serius di elit Polri. Bisa jadi karena bintang tiga tergolong usia muda," ungkapnya.

Meski jenderal bintang dua juga memiliki peluang untuk menjadi Wakapolri, namun Neta menilai penunjukkan Wakapolri harus sesuai 'urut kacang' agar tidak ada kecemburuan di internal, terutama senior-senior. Di sisi lain, kebiasaan Polri selama ini, pengangkatan Wakapolri selalu dipilih dari jenderal bintang tiga.

"Tidak pernah ada dari jenderal bintang dua atau Irjen yang kemudian dijadikan sebagai Wakapolri. Hal ini mengingat, Wakapolri adalah posisi orang nomor dua di Polri sehingga harus diambil berdasarkan urut kacang, yang tentunya mempertimbangkan kualitas, kapasitas dan kapabilitas figurnya," ungkapnya.

Berikut profil ketiganya:

1. Komjen Suhardi Alius

Suhardi alius lahir 10 Mei 1962. Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1985 ini saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menggantikan Tito Karnavian. Suhardi pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain  Kabareskrim Polri, Sestama Lemhanas, Kapolda Jawa Barat, Kepala Divisi  Humas Polri  dan Wakapolda Metro Jaya,.

2. Komjen Moechgiyarto

Moechgiyarto lahir 25 Mei 1962. Moechgiyarto merupakan lulusan Akpol tahun 1986. Jabatan strategis yang pernah diduduki oleh Moechgiyarto yakni Kalemdikpol, Kapolda Metro Jaya, Kapolda Jabar dan Kapolda NTB.

3. Komjen M Iriawan

Petinggi Polri yang akrab disapa Iwan Bule itu lahir pada 31 Maret 1962. Alumni Akpol 1984 itu saat ini menjadi Plt Gubernur Jabar. Iriawan pernah menjabat Sestama Lemhanas, Asop Kapolri, Kapolda NTB, Kapolda Jabar, dan Kapolda Metro.

***
Penulis : Himawan Aji
Sumber : -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?