Mahasiswa Baru Harus Diberikan Program Khusus Agar Terhindar dari Paham Radikalisme dan Terorisme - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Wednesday, 8 August 2018

Mahasiswa Baru Harus Diberikan Program Khusus Agar Terhindar dari Paham Radikalisme dan Terorisme

Padang/ZONASATU -  Mahasiswa baru yang masih labil dengan rasa keingin tahuan yang tinggi menjadi sesuatu yang sangat rentan untuk disusupi paham radikalisme dan terorisme. Jika tidak dituntun dengan baik bukan tidak mungkin para generasi penerus bangsa ini bisa saja terjerumus kedalam paham-paham yang merusak.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, saat memberikan pembekalan kepada 5800 lebih mahasiswa baru di Universitas Andalas (Unand) dan 3000 lebih mahasiswa baru di Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Sumatera Barat, Rabu (8/8/2018).

“Para mahasiswa baru adalah masa depan Indonesia, orang-orang pintar, kalian jadi target. Ini karena anak-anak muda yang masih labil, rasa ingin tahu yang tinggi,jadi sasaran brain washing. Untuk itu kalian harus hati-hati. Persiapkan diri kalian dengan baik, karena bangsa ini kedepan kalian yang akan pimpin,” ujar Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius di hadapan para mahasiswa baru di dua kampus tersebut.

Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan pentingnya ada program khusus dari Universitas atau Perguruan Tinggi pada masa orientasi mahasiswa ini terkait dengan penguatan jiwa nasionalisme dan kebangsaan serta pembekalan terhadap paham radikal terorisme.

“Semua perguruan tinggi harus mengalokasikan pola untuk mengundang, siapapun itu untuk memberikan pemahaman dalam pencegahan bahaya radikalisme di lingkungan kampus, jadi harus tertstruktur seluruhnya. Apa itu perguruan tinggi swasta, negeri, di awal-awal penerimaan mahasiswa baru, sebaiknya diprogramkan untuk diisi dengan ceramah-ceramah terkait pencegahan radikal terorisme," ujar alumni Akpol tahun 1985 ini.

Kepala BNPT juga menegaskan di kuliah umum tersebut dirinya menyampaikan materi-materi yang tak hanya harus dipahami para mahasiswa tetapi juga para tenaga pendidik dan semua civitas akademika. Ia menjelaskan pentingnya pemahaman terhadap radikalisme itu sendiri.

“Hati-hati menggunakan istilah radikalisme. Radikalisme itu juga ada yang positif. Pahlawan zaman dahulu menggunakan radikalisme agar bebas dari penjajah, itu baik. Tapi yang saya maksud disini adalah radikalisme  yang negatif yaitu yang anti NKRI, anti Pancasila, intoleransi dan penyebar paham takfiri, yang suka mengkafir-kafirkan orang, ini yang sangat berbahaya, harus dilawan,” ujar mantan Kapolda Jawa Barat ini

Mantan Sekretaris Utama (Sestama) Lemhanas RI ini juga menjelaskan terkait tereduksinya nilai-nilai kebudayaan dan kearifan lokal, sehingga sering terjadi permusuhan dan pertikaian dalam masyarakat. Dan itu akan menjadi tantangan berat dalam masyarakat> Untuk itu  dirinya ingin mengembalikan dan memompa semangat para generasi muda untuk cinta terhadap tanah air dan kebudayaan lokal tersebut.

“Nilai-nilai lokal, rasa persaudaraan kita sekarang tergerus, tereduksi. Seperti kata mantan Presiden Soekarno, perjuangan kita lebih berat, karena menghadapi bangsa kita sendiri. Kalau jaman dahulu kita hadapi penjajah dengan bambu runcing, jaman sekarang? Saudara kita sendiri yang memecah belah,”  ujar mantan kepala Divisi Humas Polri ini

Menurut mantan Wakapolda Metro Jaya ini,  masalah kebangsaan tidak bisa hanya diselesaikan dengan logika, karena hanya sebatas norma, sehingga perlu digunakan perasaan dan hati, sehingga bisa menyentuh akar masalahnya.

“Masalah kebangsaan,saya tadak pakai logika, saya pakai hati. Kalau berbicara dengan dengan logika tidak akan selesai, harus pakai perasaan. Ingat, Republik ini bukan hanya untuk kalian, tetapi anak cucu kalian, pertanyaannya apa yang kita wariskan? Kita harus merawat kebhinekaan ini,” ujar Kepala BNPT
***
Penulis : Adri Irianto
Sumber : -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com