"Merahputihkan” Dunia Maya di HUT RI Ini dengan Konten Damai - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Wednesday, 15 August 2018

"Merahputihkan” Dunia Maya di HUT RI Ini dengan Konten Damai

Tangerang/ZONASATU - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI), berbagai cara dan tradisi selalu dilakukan bangsa Indonesia. Mulai upacara bendera sampai berbagai macam lomba selalu mewarnai suasana di hari kemerdekaan. Tujuannya, selain untuk memperingati momen Proklamasi kemerdekaan, upaya-upaya itu juga untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Namun di tengah kemajuan teknologi informasi yang melahirkan sosial media sekarang ini, bangsa Indonesia tidak hanya harus menjaga persatuan dan kesatuan di dunia nyata, tetapi juga harus aktif ‘memerahputihkan’ dunia maya dengan pesan-pesan persatuan dan kedamaian. Hal tersebut dikarenakan dunia maya telah dimanfaatkan kelompok yang anti NKRI untuk menyebarkan berita bohong (hoax), ujaran kebencian (hate speech), fitnah, adu domba, yang tujuannya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan RI.

Untuk itu penyebaran pesan persatuan dan perdamaian di media sosial harus terus digalakkan. Namun demikian dalam berinteraksi di media sosial, ada dua hal yang harus dirawat. Pertama nalar atau akal yang sehat. Ini penting untuk melakukan filterisasi terhadap narasi yang diproduksi banyak kelompok yang kecenderungan ekstremisme.

“Akal yang sehat ini akan membuat filterisasi mana yang baik untuk Indonesia dan mana yang baik untuk anak muda khususnya, juga untuk masyarakat secara keseluiruhan,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak  di Tangerang, Rabu (15/8/2018).

Kedua, lanjut Dahnil, akal sehat saja tidak cukup tetapi harus punya akhlak yang baik. Makanya substansi dalam beragama itu sebenarnya adalah akhlak yang baik. Dan itu pernah dicontohkan Rasulullah SAW saat ditanya tenang makna agama. Beliau menjawab bahwa agama itu adalah akhlak yang baik.

“Jadi substansi beragama itu adalah menghadirkan akhlak yang baik. Kalau kemudian ada narasi-narasi ekstremisme di media sosial atau narasi kebencian kepada kelompok lain, tidak welcoming the others, bagi saya itu adalah narasi yang tidak bersesuaian dengan nilai akhlak yang baik dalam islam. Oleh sebab itu, rawat akal sehat hadirkan akhlak yang baik dalam untuk menjaga persatuan dan kesatuan, terutama di media sosial,” papar Dahnil.

Menjelang peringatan HUT RI ke-73 ini, Dahnil juga mengajak generasi muda untuk mengingat sejarah. Menurutnya, Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari perjuangan para pemuda. Dan berkat semangat pemuda itulah kemudian diproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Bahkan sebelum proklamasi, para proklamator Indonesia sempat melakukan proses dialog dengan para pemuda. Jauh sebelum itu, ide pertama dilakukan persatuan lahir juga dari para pemuda dengan adanya Sumpah Pemuda 1928, dimana melalui proses dialog menyatakan tekad yang satu yaitu Indonesia. Tekad itu dicanangkan ditengah perbedaan yang ada di Indonesia.

ahnil menjelaskan bahwa semua itu didasari akal sehat. Orang yang akalnya sehat pasti bisa melihat perbedaan itu sebagai sesuatu yang menyatukan karena dia bisa berdialog. Jadi perbedaan itu justru bukan memecah, tapi menyatukan.

“17 Agustus harusnya kita maknai itu sebagai momentum persatuan. Anak muda jangan anti dialog, anak muda jangan tutup akal sehatnya dan akal baiknya. Jadikan peringatan hari kemerdekaan ini sebagai momentum untuk memaknai bahwa persatuan dan kesatuan Indonesia disatukan oleh tradisi dialog dan akal sehat. Dan itu harus diwujudkan baik dalam keseharian di dunia nyata dan saat berinteraksi di dunia maya,” tutur alumni S3 Universitas Diponegoro ini.

Apalagi saat ini bangsa Indonesia tengah memasuki tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), Dahnil kembali mengingatkan kata kunci di atas yaitu akal sehat dan akhlak baik. "Bila orang memiliki dua kunci itu, maka perbedaan itu bukan suatu yang mengerikan, tetapi perbedaan itu diartikan sebagai sesuatu yang menggembirakan karena substansi kehidupan beragama dan kehidupan kebangsaan adalah keberagaman," ujarnya.

***
Penulis : Adri Irianto
Sumber : -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...