Jaga Silaturahmi, Masyarakat Harus Lebih Dewasa Menyikapi Proses Demokrasi - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Friday, 21 September 2018

Jaga Silaturahmi, Masyarakat Harus Lebih Dewasa Menyikapi Proses Demokrasi

Jakarta/ZONASATUBangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa santun dan guyub bersilaturahmi. Sikap kearifan lokal itulah yang mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan ditengah keberagaman di Bumi Nusantara.Namun, di era kecanggihan informasi teknologi (IT) dan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), kesantunan dan keguyuban di tengah masyarakat seolah hilang.

Gantinya masyarakat menjadi terbelah dan terkotak-kotak hanya karena berbeda pilihan. Kondisi itu diperparah dengan terjadinya saling serang, saling fitnah, dan saling sebar hoax melalui media sosial (medsos) di dunia maya. Ironisnya, masyarakat tidak sadar, kondisi gaduh ini bisa dimanfaatkan kelompok-kelompok yang ingin memecah belah bangsa.

“Masyarakat harus lebih dewasa menyikapi proses demokrasi lima tahunan yaitu Pemilu dan Pilpres. Berbeda pilihan itu dalam alam demokrasi itu adalah hal biasa dan semua harus sadar bahwa Pemilu dan Pilpres adalah proses pemilihan pemimpin bangsa yang harus berjalan aman. Jangan sampai Pemilu dan Pilpres justru membuat bangsa ini terpecah belah dan bermusuhan, apalagi merusak hubungan silaturahmi dan persaudaraan yang selama ini berjalan indah dan harmonis,” kata Prof. Dr. Hj. Siti Musdah Mulia, MA, Ketua Umum Yayasan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) di Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Menurutnya, sangat disayangkan hanya karena Pemilu yang hasilnya hanya selama lima tahun, hubungan silaturahmi anak bangsa menjadi terputus. Padahal, hubungan silaturahmi bangsa Indonesia adalah hubungan darah yang tidak mungkin terputus. Ia tidak bisa membayangkan jika satu keluarga yang bernama Indonesia itu terpecah-pecah karena beda pilihan dalam memilih pemimpin.

Wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Kajian Agama dan Jender ini mengingatkan bahwa momentum gaduh jelang Pilpres ini memiliki potensi untuk dimanfaatkan kelompok radikal terorisme. Hal ini harus diwaspadai dengan baik. Pasalnya, kelompok radikal terorisme memang memiliki agenda terselubung untuk memanfaatkan momentum seperti ini untuk membuat kekacauan dan aksi terorisme.

“Kita harus menyadari bahwa semua anak bangsa bertanggung jawab untuk menjaga negeri ini dari berbagai persoalan. Jangan sampai hanya karena kepentingan satu kelompok kita bisa bercerai berai,” tutur peraih Pascasarjana bidang Sejarah Pemikiran dan Politik Islam dari IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta ini.

Wanita kelahiran Bone, 3 Maret 1958 ini menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat indah dan istimewa dibanding dengan negara lain. Karena itu seluruh bangsa harus menjaganya secara seksama dan semua orang harus memainkan peran untuk menjaga negeri ini dan menghargai hasil perjuangan para pendiri bangsa. Selain itu, seluruh bangsa jangan sampai mudah di adu domba oleh kelompok tertentu yang ingin menghancurkan Indonesia.

"Untuk menghindari masalah-masalah tersebut diatas bagi umat islam sangat penting memahami tugas dakwah. Sebagaimana tujuan utama dakwah itu adalah transformasi atau melakukan perubahan dari negatif ke positif, bukan memicu dan mengakibatkan permasalahan," kata peraih doktor dalam bidang pemikiran politik Islam di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Menurutnya, Jika dakwah tidak dimaknai secara benar maka akan menimbulkan masalah di tengah-tengah masyarakat. Dakwah dengan tujuan transformasi adalah bagian dari perintah agama bahwa setiap orang  harus melakukan  tranformasi ke arah yang lebih.

“Manusia  harus menyadari tugas pokoknya di dunia ini yaitu sebagai khalifa di muka bumi yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi dan semua isinya. Dengan demikian perdamaian umat manusia dapat terwujud,” ujar alumni jurusan Bahasa dan Sastra Arab dari IAIN Alauddin Makassar ini mengakhiri.

***
Penulis : Adri Irianto
Sumber : -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...