Siskamling Digital dan Hoax Free Day Harus Digalakkan untuk Cegah Hoax - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Monday, 8 October 2018

Siskamling Digital dan Hoax Free Day Harus Digalakkan untuk Cegah Hoax

Jakarta/(ZONASATU - Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, penyebaran Hoax (berita bohong) saat ini benar-benar merajalela. Tidak tanggung-tanggung, hoax maha dahsyat dilakukan seorang tokoh nasional yang juga masuk menjadi salah satu juru kampanye salah satu calon presiden (capres). Ironisnya, hoaks itu terjadi saat bangsa Indonesia berduka dengan musibah bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala.

“Sesungguhnya, fakta yang ada jauh lebih memprihatinkan, media sosial masih digunakan untuk menyebarkan politik kebencian, yang dikhawatirkan bisa mengoyak persaudaraan bahkan menjurus ke arah konflik sosial, di tengah minimnya tingkat literasi masyarakat,” ujar Ketua Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho di Jakarta, Senin (8/10/2018).

Septiaji mengungkapkan, dalam catatan Mafindo, selama bulan September 2018, ada 86 topik hoax, dimana 59 diantaranya adalah hoax terkait politik. Dari 59 itu, ada 52 terkait Pilpres 2019. Ia menyesalkan maraknya hoax politik di media sosial, sehingga perhatian masyarakat kepada hal yang jauh lebih penting, seperti bersinergi untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Palu dan Lombok, menjadi teralihkan. Buntutnya, masyarakat malah berdebat untuk topik remeh yang ternyata hanyalah hoax.

“Hoax politik ini sempat mengambil alih panggung opini publik, yang tentu menciderai perasaan masyarakat terdampak bencana. Karena ketika mereka seharusnya mendapatkan perhatian utama dari publik pasca bencana, tetapi justru masyarakat diajak bertengkar untuk isu yang tidak penting,” imbuh Septiaji.

Fakta inilah yang membuat Mafindo terus melakukan literasi agar masyarakat bisa meningkatkan kualitas pola pikir yang lebih kritis ketika menerima informasi, khususnya di media sosial dan grup percakapan seperti WhaatsApp (WA). Masyarakat juga jangan mudah menyebarkan informasi, kalau belum jelas kebenarannya.

Menurut Septiaji, masyarakat harus bisa berperan aktif membersihkan konten negatif di media sosial dengan bersama-sama melakukan siskamling digital, melaporkan jika ada konten bermasalah, baik ke platform (Facebook, Twitter, Instagram), ke Kementrian Kominfo melalui aduankonten.id, ke Bawaslu untuk konten terkait issue pemilu, dan Polri untuk konten pelanggaran hukum. Masyarakat juga wajib menggalakkan kegiatan bersama satu hari tanpa hoax (hoax free day).

Selain kualitas literasi masyarakat, lanjutnya, upaya penting yang harus dilakukan adalah memperbanyak silaturahmi dan guyub antara masyarakat, terlebih antar tokoh masyarakat, agama, dan publik. Menurutnya, tatap muka bisa mencairkan kecurigaan, bertemu wajah bisa menghapus prasangka.

“Di era digital ini, jangan sampai kita mengenal masyarakat lain yang beragam hanya sepotong dari media sosial, tapi kita harus mengenal sepenuhnya dari pertemuan dan tatap muka,” ajak Septiaji.

Ia menegaskan, Mafindo tetap komitmen dalam empat hal. Pertama melakukan cek fakta untuk setiap isu yang berpotensi meresahkan masyarakat. Itu setiap hari dirilis di TurnBackHoax.ID, dan juga bersama dengan 22 media online yang berpengaruh di CekFakta.Com.

“Selain itu kami menggerakkan relawan di 18 kota untuk terjun langsung di masyarakat menyampaikan edukasi literasi, mengajak komponen masyarakat dari level keluarga, tentang pentingnya bermedsos yang sehat untuk menjaga kesatuan negeri. Kami juga mendorong upaya silaturahmi antar masyarakat dalam berbagai bentuk kegiatan sarasehan, kampanye publik, dan diskusi publik,” ujar Septiaji mengakhiri.

***
Penulis : Adri Irianto
Sumber : -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com