PT Pindad Incar Tender Tank Filipina - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, 27 November 2018

PT Pindad Incar Tender Tank Filipina

Medium tank buatan PT. Pindad dan FNSS Turki menjalani uji performa
Jakarta, (ZONASATU) - Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan, Pindad tengah mengikuti lelang terbuka pengadaan tank negara Filipina. “Kebutuhan mereka 44 unit, tender terbuka. Mudah-mudahan kita bisa masuk ke sana,” kata dia di Bandung, Rabu, 21 November 2018.

Abraham mengatakan, Pindad menawarkan Tank Medium hasil kerjasama dengan FNSS Turki, yang belum lama ini telah mengantungi sertifikasi dari Kementerian Pertahanan. Tank Medium tersebut misalnya dalam waktu dekat akan menjalani uji tembak disaksikan Kementerian Pertahanan Filipina. “Itu satu bagian dari persyaratan. Mereka datang melihat uji tembak di Cipatat,” kata dia.

Lebih jauh Abraham mengatakan, ada tiga negara yang menjadi pesaing Tank Medium dalam tender yang digelar Kementerian Pertahanan Filipina. “Pesaingnya itu dari Cekoslovakia dan Israel. Mudah-mudahan kita yang
memenangkan karena sesama negara Asean,” tuturnya.

Menurut Abraham, Tank Medium baru secara resmi mengikuti tender di Filipina. “Sementara baru Filipina,” kata dia.

Abraham mengatakan, Pindad juga menerima permintaan untuk memasok kebutuhan alutsista dalam negeri untuk produk Tank Medium produksi Pindad tersebut. “Sudah ada di rencana kebutuhan TNI mulai tahun 2020. Cukup
banyak, ada 50 unit tahu 2020, 50 unit tahun 2021. Tapi itu dinamis, bisa saja berubah menjadi tahun 2019. Tapi paling tidak dari plot rencana kebutuhan mereka mulai 2020,” ucapnya.

Pindad, kata Abraham, sudah menyiapkan lin produksi khusus untuk Tank Medium tersebut. “Kapasitas produksi sekarang 1 tahun kurang lebih 80 unit. Ngejar lah".

Tak hanya itu, Pindad juga telah memperbaharui kerjasama dengan CMI Deffense. “Next Pindad akan menajdi hub untuk (produk) turet (meriam) 90 milimeter, dan 105 milimeter untuk Asia Tenggara,” ucap Abraham.

Di lini industri, Pindad juga tengah menunggu realisasi pemesanan ekskavator amfibi (Excava Amphibious 200) dari Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Harus masuk ke program 2019. Pak Menteri hanya bilang butuh banyak, tapi berapa banyaknya belum tahu. Paling tidak kalau banyak itu 50 unit ke atas, bisa saja sampai 100 unit,” kata Abraham.

Ekskavator amfibi yang diklaim memiliki kandungan lokal 55 persen ini juga tengah ditawarkan ke pemerintah daerah. Salah satunya pemerintah Jawa Barat tertarik dengan produk terbaru Pindad tersebut. “Pak Gubernur (Ridwan Kamil) sudah menanyakan berapa kapasitas produksi kita. Kita sudah jawab sebulan bisa 2 unit. Kebutuhannya cukup banyak di Jawa Barat. Minggu depan kita uji coba lagi di Sungai Citarum selama seminggu,”
kata Abraham.

Abraham mengatakan, proyeksi pendapatan dari lini industri tahun ini diperkirakan masih memegang porsi 40 persen dari keseluruhan pendapatan. Mayoritas masih di sektor industri pertahanan 60 persen.

Lebih jauh Abraham menyatakan pendapatan Pindad dari industri pertahanan itu kurang lebih Rp 1,3 triliun. "Hampir 40 persen menyumbang untuk posisi tahun 2018. Tahun 2019 mungkin masih sekitar itu Rp 1,8 trilin atau Rp 1,7 triliun dari Rp 5 triliun, sekitar 40 persenan,” kata dia.

***
Sumber : Tempo

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...