Jelang Pemilu dan Pilpres, Dibutuhkan Relawan Perdamaian di Dunia Maya untuk Dinginkan Suasana - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Thursday, 6 December 2018

Jelang Pemilu dan Pilpres, Dibutuhkan Relawan Perdamaian di Dunia Maya untuk Dinginkan Suasana


Jakarta, (ZONASATU) - Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 cara dan tindakan yang dilakukan para tim sukses (timses) dan pendukungnya seperti rem blong dalam melancarkan kampanyenya semakin tidak terkendali. Saling serang, saling ejek, saling hina, saling caci, dan saling benci, terus menggema baik di jagat nyata maupun jagat maya.

“Harusnya timses dan pendukung ‘saling ‘jual’ program dan keunggulan calonnya ke masyarakat, bukan malah memprovokasi pendukungnya untuk saling menjelekkan dan menyerang lawan,” ujar pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Hendri mengungkapkan, sesuai teori, proses demokrasi itu akan langgeng dan damai dilaksanakan bila tercapai tidak hal. Ketiga hal itu yaitu ekonomi merata, hukum yang tidak tebang pilih, kedewasaan berpolitik termasuk didalamnya toleransi.

Tapi yang terjadi sekarang ini, lanjut Hendri, kombinasi dari tiga hal itu yaitu ekonomi yang dianggap sebagian masyarakat tidak terlalu baik, hukum juga dianggap masih tebang pilih, dan sampai hari ini tentang kedewasaan politik, terutama toleransi dan identitas masing-masing warga negara masih yang ada ada kaitannya dengan jatidiri masing-masing.

“Itulah yang membuat timses seperti rem blong dan itu menjadi kegagalan yang diciptakan timses. Padahal kegagalan timses notabene adalah kegagalan capres dan cawapres 2019,” kata Founder lembaga survei KedaiKopi ini.

Menurut Hendri, kultur masyarakat Indonesia itu masih mengikuti tokoh dan panutannya. Kalau panutannya adem ayem, maka mereka juga adem pula. Sekarang panutannya belum debat, belum berdiskusi, belum berpolemik di ranah yang substantif tapi masih ranahnya kampanye sudah saling serang, saling tuding sehingga memunculkan kata-kata viral seperti saya tabok, wong boyolali, lulusan SMA hanya jadi ojek, dan lain-lain.

“Tanpa disadari, akibat waktu kampanye terlalu lama, masyarakat jadi terjebak dengan lamanya waktu kampanye itu dan itu membuat mereka terjebak juga dalam lingkaran media sosial (medsos). Ironisnya mereka tidak sadar medsos makin penuh dengan berbagai hal negatif seperti hoaks, ujaran kebencian, kampanye hitam, adu domba, dan lain-lain,” papar Hendri.

Ia menyarankan harus ada kerjasama menyeluruh antara badan dan lembaga negara untuk mendinginkan suasana . BNPT, BSSN, Bawaslu, TNI, Polri, melalui bidang siber mereka, setiap hari tidak boleh berhenti menyampaikan pesan damai  melalui medsos. “Rangkullah ulama dan tokoh agama yang memiliki kharisma, sehingga masyarakat bisa lebih tertata dan terjaga,” tukasnya.

Selain itu, kata Hendri, perlu ada semacam relawan yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat untuk melawan upaya-upaya perpecahan itu, baik di alam nyata maupun maya. Ini akan menjadi langkah pemberdayaan masyarakat yang kesannya kecil, tapi akan berdampak sangat besar bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya kira perlu ada gerakan relawan milenial tapi gerakannya akan seperti apa yang dan bisa mencakup pendukung Capres 01 dan Capres 02 dan di mengerti masyarakat secara cepat. Saya yakin pasti sebagian bahkan seluruh rakyat indonesia tidak ingin pecah apalagi cuma gara-gara medsos,” tuturnya.

Hendri yakin bila gerakan relawan milenial itu mulai bergerak, maka para anak muda Indonesia akan bersatu. Ia juga mengajak seluruh pihak agar tidak khawatir dengan adanya kubu-kubuan jelang Pilpres.

“Menurut saya kubu-kubuan tidak perlu dikhawatirkan, biar kubu-kubuan itu diselesaikan pada saat Pilpres 2019. Pada saat anda mencoblols silakan mencoblos, tapi begitu keluar TPS selesai. Toh setelah nyoblos kita tetap sama yaitu rakyat Indonesia,” pungkas Hendri.

***
Penulis : Adri Irianto
Sumber : -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...