Operasi Penyelamatan di Nduga Terus Dilakukan - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Tuesday, 11 December 2018

Operasi Penyelamatan di Nduga Terus Dilakukan

Jakarta/ZONASATU - Hingga saat ini, operasi penyelamatan terhadap korban penembakan di Kabupaten Nduga, Papua, terus dilakukan baik di tempat kejadian maupun di sekitar kejadian. Pasalnya, banyak dari para pekerja yang menyelamatkan diri secara terpisah.

“Jadi saat ini operasi penyelematan korban terus dilakukan, baik di tempat kejadian maupun di sekitar kejadian karena banyak juga dari para pekerja yang menyelamatkan diri secara terburai, tidak dalam kelompok tetapi terpecah,” ujar Menko Polhukam Wiranto usai memimpin Rakortas Tingkat Menteri membahas Perkembangan Penyelesaian Permasalahan Papua di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Berdasarkan laporan yang diterima dari Polri maupun TNI yang merupakan pasukan terpadu untuk operasi penyelamatan ini, sudah dapat diidentifikasi ada 17 orang yang meninggal karena ditembak dan dibacok. Kemudian, 4 orang ditemukan dalam keadaan selamat ada masih ada 4 orang lagi yang sedang dalam pencarian. Karena menurut teman-temannya, mereka bisa lari karena hanya luka bacok.

“Kita harapkan dapat kita temukan dalam keadaan hidup. Mereka ini pahlawan-pahlawan pembangunan. Kemudian, ada 27 yang kita telah evakuasi dan selamat, tidak hanya pekerja jembatan tetapi ada pekerja Puskesmas, pekerja Telkom, kemudian karyawan di Sekolah Menengah Pertama atau SMP, itu sebanyak 27 dapat diselamatkan karena mereka juga melarikan diri,” kata mantan Menhankam / Panglim ABRI ini.

Dalam kesempatan itu, Alumni AMN tahun 1968 ini juga melakukan klarifikasi mengenai isu-isu yang beredar saat ini. Misalnya saja ada isu bahwa TNI menggunakan bom dalam pencarian kelompok kriminal tersebut. Mantan Ajudan Presiden RI ke-2 Soeharto ini menegaskan bahwa tidak ada penggunaan bom. Namun aparat keamanan menggunakan granat-granat pelontar.

“Tidak ada kita gunakan bom tapi kalau kita gunakan granat-granat pelontar iya, suaranya untuk orang awam sama dengan bom, suaranya tapi barangnya tidak. Kalau bom dijatuhkan dari udara, ini ditembakan dari senapan. Jadi jangan sampai ada berita yang simpang siur seperti itu,” kata mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-19 ini

Untuk itu pria yang juga pernah menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ini mengatakan bahwa operasi lanjutan masih terus dilakukan. "Baik pencarian terhadap korban dan pengejaran terhadap kelompok tersebut akan terus dilakukan," ujar mantan Ketua Umum Partai Hanura ini

Terkain adanya pemberitaan yang simpang siur tentang jumlah pasukan dan sebagainya, diakui bahwa memang ada satuan bantuan yang non organik, tidak hanya organik pasukan-pasukan Brimob maupun TNI setempat di Papua saja yang dikerahkan. Tetapi pasukan non organik bukan dari Papua, baik itu dari Brimob maupun Kopassus juga didatangkan.

“Ini karena memang dibutuhkan untuk satu operasi pengejaran yang tidak mudah karena memang medannya sangat sulit sekali,” kata mantan Pangdam Jaya ini mengakhiri.

***
Penulis : Noor Irawan
Sumber : Humas Polhukam

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close