Paspampres Merupakan Simbol Negara dan Pemerintahan di Mata Internasional - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Wednesday, 19 December 2018

Paspampres Merupakan Simbol Negara dan Pemerintahan di Mata Internasional


Jakarta/ZONASATU - Keberadaan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tidak hanya sebagai perisai hidup bagi Presiden semata, namun keberadaan Paspampres juga dapat menjadi etalase simbol negara dan simbol pemerintahan di mata dunia internasional.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.Ip, dalam sambutannya pada acara serah terima jabatan Komandan Paspampres dari Mayjen TNI (Mar) Suhartono kepada Brigjen TNI. Maruli Simanjuntak di Lapangan Mako Paspampres, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (19/12/2018) pagi.

"Saudara-saudara adalah perisai sekaligus etalase simbol negara dan simbol pemerintahan," ujar Hadi Tjahjanto dalam sambutannya.

Alumni AAU tahun 1986 ini mengatakan, tugas pokok Paspampres merupakan tugas yang sangat menantang, yaitu melaksanakan pengamanan secara fisik langsung, jarak dekat dan setiap saat kepada Presiden RI, Wakil Presiden RI dan mantan Presiden serta Wakil Presiden RI beserta keluarganya.

"Demikian pula harus memberikan perlindungan kepada Tamu Negara setingkat Kepala Negara, atau Kepala Pemerintahan beserta keluarganya, obyek VVIP, serta tugas-tugas protokoler khusus kenegaraan," ucap pria yang pernah menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) ke-21 ini.

Selanjutnya mantan Sekretaris Militer Presiden ini mengatakan bahwa tantangan tugas sebagai Pasukan Pengamanan Presiden selain menjamin keamanan VVIP secara profesional, juga harus menunjukkan standar kemampuan, sehingga dapat membangun profil Paspampres yang disegani.

"Kemampuan ini menunjukkan profesionalitas dan keberhasilan dalam setiap pengamanan VVIP, dengan sendirinya mencerminkan kewibawaan negara di mata dunia. Tugas yang saudara-saudara laksanakan tersebut memiliki kekhususan dan kekhasan. Saya yakin seluruh anggota Paspamres sudah menyadarinya," tutur pria kelahiran Malang, 8 November 1963 ini.



Mantan Komandan Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh ini mengingatkan setiap langkah dan tindakan yang diambil memiliki nilai-nilai multidimensional. "Dibalik kesiapsiagaan dan kewaspadaan setiap saat saudara-saudara dituntut untuk menampilkan tata krama, sopan santun, ramah, sekaligus tegas dan tidak ragu-ragu bertindak jika diperlukan," tegasnya.

Mantan Kadispen AU ini menambahkan, tantangan yang dihadapi saat ini semakin kompleks. Kemajuan teknologi serta perubahan paradigma dalam memandang persoalan, termasuk dalam penggunaan berbagai instrumen yang tersedia, menuntut Paspampres untuk tidak berpuas diri.

"Keberhasilan pengamanan yang telah dilaksanakan selama ini hendaknya memacu Paspampres dalam terus menerus memperbaiki dan menyempurnakan seluruh taktik, teknik, dan prosedur yang ada," ujar Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional ini.

"Evaluasi harus dilaksanakan setiap saat dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari tugas-tugas keseharian. Hanya dengan evaluasi secara jujur dan menyeluruh, kita dapat mengetahui kelemahan dan dapat mengambil langkah untuk mengeliminasi kelemahan tersebut," kata Hadi Tjahjanto.

Terkait pergantian jabatan ini Panglima TNI menyebut bahwa rotasi yang terjadi di tubuh TNI merupakan hal yang wajar dan biasa sebagai upaya regenerasi dan pembinaan organisasi di tubuh TNI.

"Dengan perbedaan tersebut diharapkan kualitas dan kapasitas personel serta satuan semakin meningkat," Kita harus menyadari bahwa peningkatan tersebut sangat dibutuhkan dalam rangka melaksanakan tugas, terutama menghadapi spektrum ancaman yang semakin kompleks," kata mantan Komandan Pangkalan Udara Adi Soemarmo ini mengakhiri.



Seperti diketahui Brigjen TNI Maruli Simanjuntak yang merupakan alumni Akmil tahun 1992 ini tak lain adalah menantu dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Maruli diketahui menikahi putri Luhut yang bernama Paulina Panjaitan.

Sebelum resmi menjadi Komandan Paspampres, Maruli menjabat sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro.

Karier Maruli di TNI dimulai saat menjadi prajurit infanteri dari pasukan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada 1992. Sejak tahun 2014-2016 Maruli sempat menjadi komandan Grup A Paspampres pada tahun 2017, ia dipromosikan sebagai Wakil Komandan Paspampres.

Dalam kurun waktu kurang dari sebulan, dua menantu dari orang dekat Jokowi dilantik menempati dua posisi strategis di jajaran TNI. Sebelum Maruli, ada Pangkostrad Letjen TNI Andika Perkasa menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan telah naik pangkat menjadi jenderal penuh  menggantikan Jenderal Mulyono yang memasuki masa pensiun. Andika diketahui merupakan menantu dari mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono.

Penunjukan Maruli dan Andika menuai kritik karena dianggap bisa berpotensi memecah soliditas di tubuh TNI lantaran kompetisi internal seakan hilang dan ada bau nepotisme di dalamnya. Maruli resmi menggantikan Mayjen TNI (Mar) Suhartono yang dimutasikan menjadi Komandan Korps Marinir (Dankormar) menggantikan Mayjen Bambang Suswantono yang dimutasi menjadi Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) KSAL..

Turut hadir dalam upacara tersebut, antara lain KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna dan Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman.

***
Penulis : Noor Irawan
Sumber : -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...