Selama Natal dan Tahun Baru, Kapolri Instruksikan Gencatan Senjata ke KKSB Papua - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Friday, 28 December 2018

Selama Natal dan Tahun Baru, Kapolri Instruksikan Gencatan Senjata ke KKSB Papua

Jakarta/ZONASATU -  Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian menginstruksikan agar aparat melakukan gencatan senjata dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Papua. Hal itu dilakukan untuk menghormati perayaan Natal dan Tahun Baru di Papua.

"Untuk Natal dan Tahun Baru saya sudah perintahkan untuk cooling down dulu, gencatan senjata dulu," ujarnya di Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Tito menjelaskan, iklim sosial di Papua sangat menghormati ibadah pada saat Natal dan Tahun Baru. Polisi juga harus jeli membaca pergerakan kelompok bersenjata agar tidak menimbulkan korban lainnya.

"Di sana sangat menghargai gereja. Jadi sepanjang di sana enggak repot (KKSB), ya janganlah yang sini mengejar-ngejar. Karena itu sensitif, apalagi kalau ada korban di Natal, Tahun Baru," katanya.

Kendati melakukan gencatan senjata, Tito menegaskan, pengejaran akan tetap dilakukan kepada kelompok pelaku pembantaian pekerja PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua. Namun pengejaran dilakukan dengan sistem penegakan hukum terbatas.

Tito mengingatkan, semua pihak agar tidak turut dalam permainan para KKSB. Ia menilai pergerakan KKSB hanya dimaksudkan untuk menarik perhatian nasional dan internasional yang berujung kepada permintaan kemerdekaan Papua lepas dari Indonesia.

"Intinya tetap dilakukan pengejaran tapi tidak terlalu banyak diekspos," imbuhnya.

Ia menambahkan, akar utama kasus di Papua adalah kesejahteraan masyarakat. Tito membandingkan daerah tempat pemberontakan dengan daerah Papua lainnya yang aman dan tentram.

"Dulu gerakan kemerdekaan kuat di Manokwari sekarang bagus, dulu Merauke banyak gerakan kemerdekaan sekarang juga tidak karena kesejahteraan meningkat," jelasnya.

Untuk itu ia menegaskan aparat akan terus mengamankan program infrastruktur pemerintah agar terus berjalan dengan baik. Infrastruktur itu diharapkan bisa menekan angka tingginya biaya hidup di Papua dan menjalankan roda perekenomian.

"Karena problema ekonomi sebenarnya karena terisolasi. Oleh karena itu presiden berkeras membangun trans Papua untuk meng-connect untuk melintasi pembangunan ini sehingga logistik jadi rendah," tutupnya.

***
Penulis : Sofyan Ahmad
Sumber : -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...