Sepanjang 2018, KPK Telah Tangani 161 Anggota DPRD Terlibat Korupsi - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Friday, 28 December 2018

Sepanjang 2018, KPK Telah Tangani 161 Anggota DPRD Terlibat Korupsi


Jakarta/ZONASATU Sepanjang tahun 2018, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyeret sebanyak 161 anggota DPRD  yang tersebar dari 22 daerah sebagai tersangka kasus korupsi.

"Pelaku korupsi dari sektor politik ini tercatat termasuk yang terbanyak ditangani KPK. Untuk pelaku anggota DPRD, sampai saat ini berjumlah 161 orang anggota DPRD yang tersebar di sekitar 22 daerah," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo, saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat.

Untuk diketahui, KPK pada Jumat telah mengumumkan 13 tersangka yang terdiri unsur pimpinan DPRD, pimpinan Fraksi, anggota DPRD, dan swasta terkait suap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi.

Hal itu, ucap dia, tentu saja merupakan sisi yang buruk bagi demokrasi yang sedang kita jalankan.

"Semestinya kepercayaan rakyat yang diberikan pada para wakilnya di DPR ataupun DPRD tidak disalahgunakan untuk menangguk keuntungan pribadi," ucap dia.

Menjelang Pemilu 2019, KPK pun mengajak masyarakat untuk benar-benar secara cermat memilih para wakilnya di DPR ataupun DPRD.

"Jika ada yang pernah melakukan korupsi, tentu tidak pantas kita berikan kepercayaan kembali mewakili suara rakyat. Jika ada iming-iming uang atau "money politics" yang ingin membeli suara kita, maka mereka tidak pantas untuk dipilih," kata dia.

Menurut dia, memilih calon yang melakukan politik uang sejak awal sangat mungkin akan membuka ruang untuk semakin banyaknya korupsi terjadi saat mereka berkuasa nanti.

"Tolak uangnya, jangan pilih calonnya". Suara kita semua menentukan bagaimana Indonesia ke depan," ucap dia.

Lembaga antikorupsi tersebut kini baru menetapkan 12 anggota serta pimpinan DPRD Jambi sebagai tersangka suap uang ketok palu pengesahan RAPBD Jambi yang melibatkan Gubernur nonaktif Jambi Zumi Zola.

Dua belas orang tersangka berasal dari DPRD Jambi, mulai dari ketua hingga anggota dewan. Penetapan status tersangka ini dilakukan berdasarkan alat bukti berupa keterangan saksi, surat dan barang elektronik.

Agus menjelaskan, para unsur pimpinan DPRD Jambi diduga meminta uang 'ketok palu' juga menagih kesiapan uang ketok palu. Para pimpinan DPRD Jambi juga diduga melakukan pertemuan untuk membicarakan hal tersebut, meminta jatah proyek dan atau menerima uang dalam kisaran Rp100 juta atau Rp600 juta per orang.

Sedangkan unsur pimpinan fraksi dan komisi di DPRD Jambi diduga mengumpulkan anggota fraksi untuk menentukan sikap terkait dengan pengesahan RAPBD Jambi, membahas dan menagih uang ketok palu, menerima uang untuk jatah fraksi sekitar dalam kisaran Rp400 juta hingga Rp700 juta untuk setiap fraksi dan atau menerima uang untuk perorangan dalam kisaran Rp100 juta, Rp140 juta dan Rp200 juta.

***
Penulis : Himawan Aji
Sumber : -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...