Sinergitas Antar Kementerian dan Lembaga Berikan Dampak Luar Biasa dalam Penanggulangan Terorisme - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Thursday, 27 December 2018

Sinergitas Antar Kementerian dan Lembaga Berikan Dampak Luar Biasa dalam Penanggulangan Terorisme


Jakarta/ZONASATU - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai leading sector atau koordinator penanggulangan terorisme di Indonesia telah menjalankan program sinergisitas bersama Kementerian/Lembaga (K/L) dalam Penanggulangan Terorisme di Tahun 2018. Total ada 36 K/L yang terlibat dalam program yang menyasar daerah-daerah yang dinilai sangat rentan dengan potensi terorisme.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Wiranto mengaku puas dengan pelaksanaan sinergi antar K/L bersama pemerintah daerah yang mana telah memberikan dampak yang sangat luar biasa dalam penanggulangan terorisme. Menurutnya, hasil seperti ini tentu sangat menguntungkan karena bisa membangun satu kedamaian di wilayah itu, bisa membangun satu pertahanan untuk bisa bertahan dari pengaruh terorisme.

Hal tersebut dikatakan Wiranto saat menghadiri acara Rapat Koordinasi Laporan Pelaksanaan Sinergisitas Antara Kementerian/Lembaga dalam Penanggulangan Terorisme di Tahun 2018 yang digelardi Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (27/12/2018).

Pelaksanaan program Sinergisitas antara (K/L) dalam Penanggulangan Terorisme di Tahun 2018 diterapkan di dua provinsi  yakni di Sulawesi Tengah (Sulteng) dan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Yang mana dari dua provinsi tersebut menyasar ke Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima, di Provinsi NTB, dan  lima daerah di Sulteng yakni Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali, dan Kabupaten Tojo Una-Una.

“Saya menghadiri undangan dari Pak Suhardi Alius, Kepala BNPT, untuk melakukan evaluasi dan juga menerima laporan tentang pelaksanaan sinergi kementerian, lembaga dan juga pemerintah daerah dalam rangka kita melakukan pembinaan atau penanggulangan terorisme di dua provinsi yakni Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sinergi ini ternyata memang menghasilkan satu hal yang luar biasa karena semua kementerian lembaga terlibat langsung dalam membina masyarakat yang termarjinalkan, membina eks eks napiter, membina orang-orang yang sudah terpapar radikalisme dan menuju terorisme untuk kemudian sadar kembali,” ujar Menko Polhukam Wiranto usai acara.

“Tentu hasil seperti ini sangat menguntungkan karena bisa membangun satu kedamaian di wilayah itu, bisa membangun satu pertahanan untuk bisa bertahan dari pengaruh terorisme. Ini dinamakan soft approach,” lanjut mantan Menhankam/Panglima ABRI ini.



Oleh karena itu, dua wilayah ini sekarang sudah kelihatan hasilnya. Kemudian, kata mantan Kepaka Staf Angkatan Darat (KSAD), di tahun 2019 pemerintah akan mengembangkan hal serupa di wilayah Jawa Timur. Alasannya, di Jawa Timur sudah ada satu proyek deradikalisasi yang terus dikembangkan oleh BNPT. Sehingga dari situlah kemudian nanti akan dikembangkan di wilayah lain.

“Di NTB dan Sulawesi Tengah program ini tetap berjalan dan di Jawa Kimur kita coba untuk kita kembangkan seperti ini, dan ternyata memang hasilnya sangat luar biasa. Dari beberapa pondok pesantren yang tadinya cukup kumuh, merasa terpinggirkan, tidak dapat bantuan tapi setelah tersentuh kegiatan BNPT dengan sinergi kementerian lembaga sekarang mereka memiliki satu perasaan bahwa pemerintah hadir di situ, mereka tersentuh, bahkan sekarang ini yang tadinya tidak mengibarkan bendera merah putih, tidak mengucapkan Pancasila, sekarang mereka setiap hari Senin justru memolopori upacara bendera, mengucapkan Pancasila, kemudian juga bisa bersosialisasi dengan masyarakat, ini tentu sesuatu hal yang sangat luar biasa,” kata mantan Pangkostrad ini.

“Tapi yang pasti adalah dengan cara seperti ini Indonesia sudah punya role model, satu model yang diakui dunia yang merupakan satu ciri khas Indonesia untuk menyelesaikan penanggulangan terorisme. Jadi ini merupakan satu hal yang sangat membanggakan kita bahwa negara lain pun ingin sangat belajar dengan Indonesia masalah ini. Karena rasio Indonesia adanya aksi terorisme dibandingkan dengan jumlah penduduk dan jumlah masyarakat muslim kan sangat besar, rasionya kecil sekali dan ini yang membuat mereka sangat kagum,” ucap alumni Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1968 ini.

Wiranto mengatakan, program ini menunjukkan kehadiran negara, sehingga masyarakat tetap berideologikan Pancasila. “Bahkan yang tadinya mereka enggak mengibarkan bendera Merah Putih, enggak baca Pancasila, sekarang mereka setiap Senin justru mempelopori upacara bendera, pembacaan Pancasila, juga bisa bersosialisasi dengan masyarakat,” jelas Wiranto

Menurut mantan Pangdam jaya ini, hal itu tentunya akan membawa pengaruh positif, sebagai bentuk pencegahan terorisme terhadap masyarakat di daerah tersebut. “Tentu hasilnya sangat menguntungkan, karena bisa membangun, terjaminnya wilayah itu, bisa membangun satu pertahanan dari terorisme, ini dinamakan soft approach oleh karena itu di dua wilayah itu sudah kelihatan hasilnya,” terangnya.



Sementara itu Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, sinergitas antara Kementerian dan Lembaga untuk membantu program penanggulangan terorisme, berdampak signifikan dan berjalan baik. Setidaknya di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

“Selama 9 bulan sejak April 2018, program sinergitas telah melakukan banyak hal dengan melakukan program kontra radikalisasi, deradikalisasi, dan pemenuhan sarana. Beberapa pendekatan terhadap kelompok sasaran program juga sudah dilakukan, baik berdasar ekonomi, sosial budaya, dan lintas agama. Dukungan pada ormas juga telah dilakukan. Kita patut bersyukur bahwa program sinergitas berhasil dijalankan,” kata Suhardi.

Meski demikian, kata dia, masih ada yang perlu dievaluasi dalam pelaksanaannya. “Evaluasi tetap dilakukan, mengingat masih banyak hal yang perlu dibenahi, agar pelaksanaan sinergitas ke depan lebih baik,” kata Suhardi.

Sementara itu, penerima manfaat program BNPT, Ustad Jubair dari Ponpes Al Maida mengakui bahwa program milik BNPT ini sangat membantu masyarakat. Ia berharap program ini dapat terus berjalan bahkan bisa lebih berkembang.

“Manfaat semua itu agar santriwan dan santriwati serta masyarakat yang ada di dapat mengembangkan diri setelah kita dibina oleh kementerian lembaga,” katanya.

***
Penulis : Himawan Aji
Sumber : -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...