Tidak Semua Prajurit TNI Punya Kesempatan Menjadi Pasukan Perdamaian PBB - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Friday, 21 December 2018

Tidak Semua Prajurit TNI Punya Kesempatan Menjadi Pasukan Perdamaian PBB

Al Qusayr /ZONASATU - Satgas Indobatt Kontingen Garuda XXIII/M/UNIFIL yang berada di UNP 7-1 Achiet Al Qusayr di Lebanon mendapatkan kunjungan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Jenderal TNI (Purn) Wiranto. Kunjungan tersebut dilakukan karena Menko Polhukam merupakan Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian sesuai Perpres No. 85 tahun 2011 tentang TKMPP.

“Saya sangat bangga bisa bertatap muka langsung dan berada ditengah-tengah para prajurit pilihan karena tidak semua prajurit mempunyai peluang dan kesempatan yang sama sebagai Pasukan Pemelihara Perdamaian Dunia,” ujar Menko Polhukam Wiranto di Lebanon, Kamis (20/12/2018).

Dalam kesempatan itu, Menko Polhukam juga menyampaikan rasa bangganya akan prestasi yang telah diperoleh oleh kontingen Garuda selama ini. Karena bangsa Indonesia punya tradisi sukses dan keberadaan kontingen Garuda selalu mendapatkan apresiasi dari negara-negara lain.

“Oleh karena itu, seluruh Satgas harus memiliki kebanggan yang tinggi sebagai pemicu dan pemacu untuk bertugas dengan baik demi nama baik bangsa dan negara,” kata mantan Menhankam/Panglima ABRI ini.

Terkait beberapa hal adanya keterbatasan yang telah dilaporkan Komandan, khususnya mengenai sarana dan fasilitas kesehatan, Menko Polhukam mengatakan, apapun yang pantas dan perlu dilengkapi akan dikoordinasikan di daerah belakang untuk memikirkan hal-hal yang dianggap kurang seperti perlengkapan dan fasilitas kesehatan yang sangat diperlukan. Karena selain untuk merawat pasukan sendiri, ternyata fasilitas tersebut juga melayani masyarakat sekitar yang banyak berkunjung ke rumah sakit darurat/lapangan satgas untuk berobat.

“Pengobatan kepada masyarakat sekitar ini merupakan salah satu upaya operasi teritorial untuk mendekatkan dengan rakyat karena kalau sudah dekat maka hatinya akan luluh, sehingga diharapkan sumber informasi tentang banyak hal itu dapat digali dari masyarakat,” kata ujar mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini.

Selain itu, alumni Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1968 ini juga menyampaikan keadaan-keadaan di Tanah Air terkini. Dijelaskan bahwa secara umum kondisi menjelang pemilu dan kondisi politik nasional mulai memanas. Hal ini bukan disebabkan oleh para kontestannya, melainkan masing-masing pengikut dan pendukung salah satu calon kontestan yang saling mendukung dengan berbagai cara yang kadang-kadang cara pendukung tersebut diluar batas dan bersinggungan dengan hukum yang mengakibatkan suasana menjadi panas.

“Situasi ini perlu diredam agar tidak timbul konflik dan membuat masyarakat merasa terancam. Yang terpenting adalah TNI, Polri dan ASN harus netral, sehingga pemilu yang jujur dan adil dapat terwujud manakala institusi pemerintah bersikap netral,” kata mantan Pangkostrad ini.

Dari sisi keamanan Indonesia selama 4 tahun pembangunan, mantan Pangdam Jaya ini menjelaskan bahwa Indonesia telah menduduki sebagai negara paling aman peringkat 9 di dunia. Indonesia juga termasuk negara tujuan investasi nomor 2 setelah Filipina. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia itu aman, sehingga apabila negara-negara investor berinvestasi menanamkan modal di Indonesia maka dipastikan akan berhasil.

Selanjutnya Indonesia juga sebagai negara dengan tingkat kepercayaan publik kepada pemerintah nomor satu di dunia dan bersaing ketat dengan negara Swiss meskipun pointnya sama tetapi Swiss penduduknya kecil, negaranya kecil, masalahnya sedikit sedangkan Indonesia negaranya luas, problemnya bermacam-macam sehingga pemerintah Indonesia dinobatkan menjadi negara yang kepercayaan publik kepada pemerintahnya nomor 1 (satu).

“Oleh karena itu sebagai bangsa Indonesia kita wajib merawat dan memeliharanya,” kata mantan Ketua Umum Partai Hanura ini

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polhukam juga berdialog langsung dengan perwakilan Tamtama, Bintara dan Perwira Pertama menyangkut komunikasi dengan keluarga mereka dan kesan masyarakat yang dinilai ramah karena memang kontingen Indonesia dikenal “baik” oleh masyarakat di wilayah kerja Indobatt Lebanon. Ini karena memang TNI dibakali dengan ilmu teritorial sehingga mampu bergaul dan berinteraksi dengan semua pihak dengan baik.

“Sekali lagi saya ingin menekankan agar seluruh prajurit menjaga kesehatannya masing-masing karena tugas masih panjang dan tetap selalu fokus pada tugas pokok, serta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan daerah operasi dengan berinteraksi dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat sebagai kunci sukses utama keberhasilan tugas,” kata mantan Ajudan Presiden RI ke-2 Alm, Jenderal Besar H Soeharto ini mengakhiri.

Turut hadir dalam acara tersebut Dubes RI untuk Libanon Achmad Chozin Chumaidy, Deputi IV/Hanneg Kemenko Polhukam Laksda TNI Achmad Djamaludin, Asdep /Koord OI Anindita Axioma, Komandan Kontingen Garuda XXIII-M/UNFIL Kol Inf Aji Mimbarno, Atase Pertahanan Cairo Kol Arm Alvin, dan Dansatgas Indobatt Letkol Inf Arfa Yudha.

***
Penulis : Noor Irawan
Sumber : Humas Menko Polhukam

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...