Ulama yang Benar itu Tidak Boleh Menghina, Umbar Hoaks, dan Fitnah - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Thursday, 13 December 2018

Ulama yang Benar itu Tidak Boleh Menghina, Umbar Hoaks, dan Fitnah

Jakarta/ZONASATU - Dalam sejarah bangsa, Ulama merupakan guru bangsa yang tanpa lelah membangun dan mempertahankan kedaulatan bangsa. Namun, dewasa ini budaya saling mencaci dan membenci sudah sangat memperihatinkan. 

Tanpa adab kesantunan, masyarakat sudah melewati batas-batas moral dan etika dengan sadar dan tidak sadar menghina para ulama. Ironisnya, kondisi itu dipicu oleh oknum yang mengatasnamakan ulama yang melakukan dakwah yang tidak bermoral, bahkan cenderung menyerang kelompok tertentu.

“Ulama itu harus berakhlak mulia seperti Nabi karena ulama adalah pewaris para Nabi. Dengan begitu ulama tidak boleh menghina seseorang atau kelompok tertentu, tidak mengumbar ujaran kebencian, dan tidak mengedarkan fitnah atau hoaks,” ujar cendekiawan muslim Indonesia, Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, CBE di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Kalau itu dilakukan seorang ulama, Azyumardi yakin masyarakat akan sangat hormat dengan ulama tersebut. Tidak hanya hormat, masyarakat juga akan mengikuti petuah dan nilai-nilai agama yang disampaikan ulama tersebut.

Azyumardi mengaku prihatin dengan dinamika yang terjadi akhir-akhir ini. Terutama menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Menurutnya, tidak seharusnya seorang ulama terlibat kepentingan politik. Namun apa yang terjadi sekarang ini semua seperti kehilangan kontrol, bahkan seorang yang mengaku ulama melakukan ceramah dengan bahaya yang tidak elok untuk menyerang orang lain.

“Jika ada ulama yang berbuat seperti itu, dia kehilangan martabat dan kemuliaan  keulamaannya sehingga menjadi su'ul ulama (ulama tercela),” ucap pria yang juga Guru Besar Sejarah Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Fakta inilah membuat ulama seakan kehilangan wibawa dimata masyarakat. Ulama yang dulu dihormati, sekarang menjadi hal biasa ulama menjadi bahan bulyying dan caci maki dari masyarakat. Tidak hanya itu, banyak ulama yang dinilai belum memenuhi syarat menjadi ulama, tetapi memaksakan diri untuk tampil di atas mimbar demi untuk mencari popularitas.

"Bahkan tidak sedikit ulama yang menganut paham radikal yang jelas-jelas itu bertujuan untuk merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," tuturnya.

Pria yang mendapatkan gelar kehormatan  Commander of the Order of British Empire, dari Kerajaan Inggris ini mengungkapkan, ulama atau ustadz atau penceramah radikal ini masih bebas memberikan gagasannya yang mengandung wacana intoleransi hingga anti-NKRI dan Pancasila, baik di masjid atau di media-media digital.

"Untuk itu saya menyarankan agar ustad-ustad seperti itu harus ditertibkan. Salah satunya dengan ustad atau penceramah keagamaan harus mendapatkan semacam sertifikasi terlebih dahulu dari Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama atau Muhammadiyah sebelum melaksanakan dakwahnya," ujarmya mengakhiri.

***
Penulis : Adri Irianto
Sumber : -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...