Jelang Pemilu, Jajaran ASN di Lingkungan Kemenkopolhukam Diminta Tetap Netral dan Profesional - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Wednesday, 9 January 2019

Jelang Pemilu, Jajaran ASN di Lingkungan Kemenkopolhukam Diminta Tetap Netral dan Profesional

Jakarta/ZONASATU - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Sesmenko Polhukam),  Letjen TNI Agus Surya Bakti mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara baik Pegawai Negeri Sipil, Polisi, Tentara, serta Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri di lingkungan Kemenko Polhukam untuk bersikap netral menjelang pelaksanaan pemilu. Dirinya mengatakan hal utama yang harus dilakukan para ASN menjelang pemilu adalah mengenal dirinya sendiri dan bersikap sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.

“Yang pertama harus dilakukan adalah dia harus tahu siapa dia, untuk anggota Polhukam saya bilang tadi, dia tahu ‘saya ASN, saya TNI, saya Polri, saya PPNPN Polhukam, dan saya adalah aparat negara yang harus netral’ (sesuai dengan) Undang-undangnya,” kata Agus usai memberikan Briefing Awal Tahun 2019 di Kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Sesmenko Polhukam juga menyampaikan bahwa selain netral, para pejabat serta pegawai Kemenko Polhukam juga harus bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya. Karena menurutnya ada batas tipis dalam aturan netralitas dengan profesionalitas. Pasalnya sebagai kementerian koordinator yang membidangi isu politik, hukum dan keamanan, seluruh perangkat kerja di Kemenko Polhukam harus terus mengikuti perkembangan yang terjadi.

“Jadi antara netralitas dengan profesionalisme pekerjaan kita itu harus seimbang, di satu sisi kita mau memonitor perkembangan, mengikuti perkembangan, tapi di sisi lain kita juga harus netral. Jadi bagaimana pelibatan kita? Deputi I dengan seluruh stafnya di bidang Politik Dalam Negeri, tidak mungin kita tidak bicara tentang pemilu, tidak mungkin kita tidak bicara tentang calon satu dan dua, harus. Tapi kita harus bisa menempatkan diri, kita harus coba mengerti. Jangan sampai kita dinilai tidak netral, tidak profesional dalam pekerjaan,” ungkap alumni Akmil tahun 1984 ini.

Selain itu, mantan Asintel Panglima TNI ini juga menegaskan bahwa penggunaan sarana dan prasarana dinas tidak diizinkan dalam pelaksanaan pemilu. Sesmenko menghimbau seluruh ASN untuk berhati-hati menggunakan sarana prasarana serta atribut kepegawaian selama masa kampanye menjelang pemilu.

“Ini jelas. Kendaraan plat merah atau simbol-simbol (Kemenko) Polhukam dan sebagainya, nanti kalau misalnya sudah mulai ada demonstrasi yang melibatkan massa, hati-hati. Karena sekarang ini video foto, dalam hitungan detik sudah bisa mencapai kemana-mana. Begitu sudah ter-share, maka sudah terbentuk opini, kalau sudah membentuk opini, nariknya sudah susah. Makanya hati-hati,” kata mantan Pangdam VII/Wirabuana dan Pangdam XIV/Hasanuddin ini.

Suami dari mantan artis cantik Bella Safira ini mengatakan, awal tahun ini adalah sebuah awalan untuk bersama-sama bersyukur karena bisa melewati tahun kemarin dengan baik. Ia berharap agar seluruh pegawai dapat merenung apa yang sudah dilakukan tahun sebelumnya, sehingga bisa membuat kemajuan di tahun ini.

“Jadi mari kita bertekad, berharap semua, tahun 2019 ini akan lebi baik dari tahun kemarin. Mari kita berharap bersama, secara pribadi, perorang maupun yang dalam hubungan kerja kita dalam lingkungan kerja Polhukam,” kata mantan Deputi I bidang Pencegahan, perlindungandan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini.

Pria kelahiran Stabat, 17 Agustus 1961 ini mengatakan, pada tahun 2018 institusi di bawah kepemimpinan Menko Polhukam Wiranto memiliki prestasi yang cukup baik. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya program yang sudah dijalankan, misalnya menangani bencana alam di NTB, Palu, dan Donggala. Kemudian, mendapat penghargaan terkait penanganan pengungsi, memperoleh WTP dari BPK, dan sebagainya.

“Beberapa kegiatan dan program yang dapat terlaksana dengan baik di tahun sebelumnya harus mampu dipertahankan, atau apabila memungkinkan dapat dioptimalkan lagi,” kata mantan Danrem 152/Babullah, Kodam XVI/Pattimura ini.

Pria yang dalam karir militernya dibesarkan di lingkungan Pasukan 'Baret Merah' Kopassus ini berharap dirinya mampu mengintegrasikan, menyatukan solidaritas, dan kekuatan moral di Kemenko Polhukam sebagai dasar untuk menghasilkan sebuah energi kinerja yang baik sehingga mampu menunjukkan stabilitas di bidang politik, hukum dan keamanan. Karena menurutnya, tahun ini tantangannya cukup berat.

“Ini stabilitas politik penting, karena stabilitas hukum dan stabilitas keamanan menjadi sangat penting. Itulah yang menjadi harapan saya sehingga tahun ini berjalan dengan baik. Sehingga 4 tahun berikutnya, Presiden siapapun dia akan melakukan program dengan baik,” kata mantan Komandan Grup 3/Sandi Yudha Kopasssu ini mengakhiri

Hadir dalam pengarahan tersebut seluruh pejabat Eselon I, II, III, dan IV Kemenko Polhukam, serta pegawai di lingkungan Kemenko Polhukam.
***
Penulis : Noor Irawan
Sumber : Polhukam

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close