Media Sosial Jadi Isu Penting di Indonesia Jelang Pilpres, Luhut Minta Investor jangan Ragu Tanamkan Modal di Indonesia - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Thursday, 24 January 2019

Media Sosial Jadi Isu Penting di Indonesia Jelang Pilpres, Luhut Minta Investor jangan Ragu Tanamkan Modal di Indonesia

Davos/ZONASATU - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman, Luhut B. Pandjaitan meminta kepada para investor Muntuk tidak ragu menanamkan modalnya di Indonesia. Hal tersebut dikatakan  Luhut saat memenuhi undangan untuk menjadi pembicara pada acara ASEAN Regional strategy Group Meeting dalam tema "Shaping ASEAN's agenda in the Global Context" disela-sela kunjungan kerjanya di hari kedua di Davos, Swiss, Rabu, (23/1/2019).

Dalam gelaran tersebut, Menko Luhut diminta untuk menyampaikan tentang kondisi politik terkini khususnya terkait Pemilu 2019 di Indonesia.

"Jangan khawatir untuk berinvestasi di Indonesia. Seperti Gojek dan Grab berjalan dengan sangat baik di Indonesia. Meski ekonomi dunia melambat, kita masih bisa menjaga pertumbuhan ekonomi di 5,17%, inflasi stabil di bawah 3,5 %, dan GDP masih bagus," papar Menko Luhut  kepada para peserta yang hadir di Davos-Klosters, Morosani Posthotel, Poststube pagi itu.

Lebih jauh, Menko Luhut menuturkan bahwa dalam hal politik, ekonomi, dan stabilitas keamanan menjelang pesta demokrasi yang bakal digelar Bulan April mendatang, dia tidak melihat ada masalah besar.

"Jangan ragu untuk invest di Indonesia. Negara kami sangat damai, dan kami sangat kaya," ulang Menko Luhut di lain acara yaitu pagelaran Indonesian Night yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai negara. "Kami tahu apa yang kami lakukan," tambah Menko Luhut mengenai mindset pemerintah sekarang yang melaksanakan pembangunan keberlanjutan yang ramah lingkungan.

Lebih lanjut mantan Komandan Kodiklatad ini mengatakan, media sosial menjadi salah satu isu yang sangat besar dalam kondisi politik yang terjadi di Indonesia saat ini jelang Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Social media menjadi salah satu isu terbesar karena manipulasi data banyak terjadi di situ (dalam masa kampanye sekarang)," beber Luhut sembari menyampaikan baiknya capaian kinerja pemerintah dalam 4 tahun terakhir.

Meskipun demikian alumni Akabri tahun 1970 ini menyatakan bahwa tidak ada masalah yang terlalu serius dari kondisi tersebut. "Kami dapat menjamin bahwa pemerintah memonitor dengan sangat baik. Kami sangat percaya diri bisa melaksanakan Pemilu 2019. Kami sudah berpengalaman dengan melaksanakan ratusan Pilkada. Sepanjang ini tidak ada potensi konflik," terang mantan Danrem 081/Dhirotsaha Jaya ini kepada puluhan peserta dari unsur pemerintah dan swasta dari sejumlah negara Asia Tenggara.

Selain hadir di kedua acara tersebut di hari yang sama, Menko Luhut juga menjadi pembicara di acara "Buiding Global Resilience Through the Oceans".

Sederet pertemuan juga dilakukan masing-masing dengan CEO Antony Tan dan Direktur Eksekutif Grab Indonesia Ongki Kurniawan, Presiden dan CEO Forum Pariwisata Dunia Lucerne Martin Bert, CEO Bidang Pertahanan dan Antariksa Airbus Dirk Hoke, Kepala Bidang Ekonomi Sirkular WEF Antonia Gawel, Presiden dan CEO Coca Cola James Quincey, Direktur Pelaksana dan COO WEF Sarita Nayyar dan Gubernur JBIC Mr. Maeda.
***
Penulis : Wawan
Sumber : -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close