Jokowi Minta Khofifah Tancap Gas Kerja untuk Jawa Timur - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Wednesday, 13 February 2019

Jokowi Minta Khofifah Tancap Gas Kerja untuk Jawa Timur


Jakarta, ZONASATUKhofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak mengucapkan sumpah jabatan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di hadapan Presiden Joko Widodo. Pengucapan sumpah tersebut saat pelantikan mereka di Istana Negara Jakarta, Rabu sore, disaksikan ratusan juta masyarakat Indonesia melalui siaran televisi.

Hal tersebut menandai sahnya Khofifah-Emil sebagai orang nomor satu dan dua di Pemerintah Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024.

"Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur, sebagai sebagai wakil gubernur dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD Negara RI tahun 1945 dan menjalankan segala Undang-Undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat nusa dan bangsa," ucap Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak.

Usai acara pelatikan, Presiden Jokowi pun memerintahkan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2019-2024, Khofifah Indar Parawangsa dan Emil Elistianto Dardak, bekerja cepat.
 
"Ya secepatnya, secepat-cepatnya langsung tancap gas bekerja untuk masyarakat di provinsi Jawa Timur, untuk Ibu Khofifah Indar Parawansa dan juga untuk Pak Emil Dardak. Semuanya, pesen saya tadi hanya satu, cepat, gas, bekerja," kata Jokowi, di Istana Negara, Jakarta, Rabu.
 
Khofifah dan Emil pada hari ini dilantik Jokowi di Istana Negara menggantikan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf yang sudah memerintah selama dua periode.
 
Khofifah seusai dilantik mengatakan ingin menyatukan layanan pengaduan masyarakat. "Kami berharap layanan dapat disatukan menjadi cetar, cepat tanggap dan responsif apakah terkait dengan PIRT (Produksi Industri Rumah Tangga), sertifikasi lahan, layanan kesehatan," kata Khofifah.
 
Selanjutnya dari 21.700 pegawai tidak tetapp di sektor pendidikan, ditargetkan dapat diangkat seluruhnya berdasarkan APBD 2019.
 
"Ini sebagai hasil koordinasi yang baik antara saya dengan Pak Emil dan Pak De Karwo, kita sisir janji kampanye semua dan kita urai dalam RAPBD," ungkap Khofifah.
 
Namun sasaran utama Khofifah adalah percepatan penurunan tingkat kemiskinan Jawa Timur, khususnya di pedesaan.
 
"Termasuk percepatan penurunan kemiskinan lebih signifikan karena kemiskinan yang akut di pedesaan antara lain karena beban lansia yang miskin di pedesaan. Kami ingin intervensi keluarga lansia melalui PKH (Program Keluarga Harapan) plus dan jadi bagian 33 hari pertama," kata dia.
 
Program lain menurut Khofifah adalah adopsi sungai Brantas karena ada 1,2 juta popok bayi di Jawa Timur setiap harinya dibuang ke sungai.
 
"Ada 2,9 juta diapers bayi yang dipakai tiap hari di Jawa Timur dan 1,2 juta di antaranya dibuang ke sungai. Saya ingin mengajak sukarelawan dan CSR perusahaan agar menyediakan truk atau tronton ada di 99 jembatan untuk bisa juga bersih-bersih sungai, jadi adopsi sungai bersih melalui program bersih Sungai Brantas dalam program 99 hari," kata dia.
   

Sementara Emil sendiri mengaku siap ditempatkan di mana saja. "Saya kalau dibutuhkan di mana harus selalu siap," kata dia.

Status Khofifah sebagai gubernur menjadi sejarah baru di Jawa Timur. Sebab, sejak 1945 tak ada satu pun kepala daerah di provinsi paling timur Pulau Jawa itu dijabat seorang perempuan.

Per 13 Februari tahun ini, Khofifah-Emil Dardak menggantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf yang sejak 12 Februari mengakhiri masa jabatan usai menjabat dua periode (2009-2014 dan 2014-2019).

Pelantikan didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 2/P Tahun 2019 tentang Pengesahan Pengangkatan Gubernur Jatim tertanggal 8 Januari 2019.

Sebelum dilantik, Khofifah dan Emil yang menerima salinan surat keputusan melakukan arak-arakan bersama dengan Presiden dan Wakil Presiden dari Istana Merdeka menuju Istana Negara.

Pelantikan dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Kalla, sejumlah menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jawa Timur 2014-2019 Soekarwo, para kepala lembaga tinggi negara, sejumlah ketua partai politik, serta sejumlah pejabat negara dan daerah lainnya.

Khofifah Indar Parawansa sebelumnya menjabat Menteri Sosial sejak 27 Oktober 2014, lalu pada 17 Januari 2018 mengundurkan diri dari jabatan Menteri Sosial karena mengikuti Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018.

Emil Dardak sebelum menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur adalah Bupati Trenggalek yang dilantik sejak 17 Februari 2016 bersama wakilnya, Mochamad Nur Arifin.
***
Penulis : Casandra Editya
Sumber : Antara

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close