Ketua Umum BPN Prabowo Sebut Dhani Seperti Korban Perang - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Friday, 8 February 2019

Ketua Umum BPN Prabowo Sebut Dhani Seperti Korban Perang

Karanganyar, ZONASATUMusisi yang kini terjun ke dunia politik, Ahmad Dhani Prasetya, divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada , Senin, 28 Januari 2019, lalu. Ayah Al, El dan Dul ini harus mendekam dihotel prodeo lantaran menurut majelis hakim, ia terbukti melakukan tindak pidana penyebaran ujaran kebencian, dimedia sosial. Lantas apa tanggapan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga mengenai hal yang menimpa salah satu kader dan Caleg Gerindra tersebut?

Ditemui usai menggelar rapat pimpinan tertutup di Lorin Hotel Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat 8 Februari 2019, Ketua Umum BPN Prabowo - Sandi, Djoko Santoso menyampaikan mereka tak membahas permasalahan hukum yang sedang dialami beberapa pendukung Prabowo, termasuk musisi Ahmad Dhani.

"Kami tidak membicarakannya," ujar Djoko pada wartawan usai rapat.

Djoko menyebut Dhani telah paham betul dan siap akan segala konsekuensi yang dia terima. Termasuk jeratan hukum.

"Kalau di dunia militer itu namanya korban perang," beber Djoko.

Seorang prajurit, lanjut Djoko, harus menandatangi pernyataan yang intinya siap menerima semua akibat dari sebuah perjuangan.

"Kami dulu juga seperti itu, tidak hanya harus siap dipenjara namun juga harus siap matek (mati)," ungkap Djoko dilansir tempo.co, Jumat 8 Februari 2019.


Djoko menambahkan, dirinya berharap kepada para pendukung Prabowo yang sedang menghadapi permasalahan hukum, tetap berjuang meski berada didalam penjara.

"Semua serahkan kepada Tuhan, mereka masih bisa berjuang dengan doa," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, juru bicara BPN Prabowo, Dahnil Anzhar Simanjuntak, menyampaikan persoalan penegakan hukum saat ini menjadi sorotan publik tanah air.

"Hukum ini tajam kepada lawan dan ramah kepada kawan," ujar Dahnil.

Dahnil menilai banyak kasus hukum yang menjerat pendukung paslon No 2 memiliki muatan politis yang cukup besar.

"Penegakan hukumnya juga bernuansa kriminalisasi," tambahnya.

Dahnil sendiri dikabarkan baru saja diperiksa terkait kasus dana acara Apel dan Kemah Bersama Pemuda Islam tahun 2017. Acara yang berlangsung pada 16-17 Desember 2017, silam, diadakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).


***
Editor : Dhee
Tempo

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close