Rusia Keberatan Sebutan "Propaganda Rusia" Digunakan Jokowi Untuk Menyerang Lawan Politiknya - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Saturday, 9 February 2019

Rusia Keberatan Sebutan "Propaganda Rusia" Digunakan Jokowi Untuk Menyerang Lawan Politiknya


Jakarta, ZONASATU - Duta Besar Rusia melalui FP resminya di Facebook Russian Embassy in Indonesia membantah tudingan pasangan calon Presiden RI nomor urut 01 Jokowi jika Rusia ikut campur dalam proses Pemilihan Presiden di Indonesia yang disebutnya dengan istilah "Propaganda Rusia" saat berkampanye di Kota Semarang beberapa waktu lalu, Senin (4/2).

Tudingan adanya "Propaganda Rusia" diarahkan oleh Jokowi kepada lawan politiknya yaitu Paslon 02 Prabowo Subianto yang dianggapnya telah menggunakan cara-cara Rusia saat mencampuri urusan dalam negeri Amerika Serikat tahun 2016.

Tudingan tersebut akhirnya menuai protes dari Dubes Rusia untuk Indonesia dan menyebutnya jika hal itu tidak benar. Seperti yang tertulis pada laman FP resminya, jika Rusia tidak pernah ikut campur soal urusan politik negara diluar Rusia.

Berikut adalah pernyataan resmi Dubes Rusia yang disampaikan pada laman FP Russian Embassy in Indonesia.

"Berkaitan dengan beberapa publikasi di media massa tentang seakan-akan penggunaan “propaganda Rusia” oleh kekuatan-kekuatan politik tertentu di Indonesia, kami ingin menyampaikan sebagai berikut. Sebagaimana diketahui istilah “propaganda Rusia” direkayasa pada tahun 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas. Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami." tulis Dubes Rusia di laman FP Russian Embassy in Indonesia.


***
Penulis : Setiawan

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close