Paspampres Gelar Kesiapan Pasukan Pengamanan Presiden Terpilih 2019 - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Tuesday, 14 May 2019

Paspampres Gelar Kesiapan Pasukan Pengamanan Presiden Terpilih 2019





Jakarta, ZONASATU - Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan gelar pasukan untuk mempersiapkan Satugas Tugas (Satgas) Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, di Mako Paspampres, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (14/5/2019). Komandan Paspampres Mayjen  TNI Maruli Simanjuntak memimpin langsung gelar pasukan Satgas tersebut.

Ia mengatakan Satgas Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden terpilih akan bertugas sejak Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada 22 Mei hingga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober. Setelah dilantik, Presiden dan Wakil Presiden langsung dijaga oleh tim organik Paspampres.

Dalam amanatnya di hadapan ratusan anggota Satgas, Maruli berpesan bahwa tugas yang diemban pasukannya ialah tugas mulia, menjaga keselamatan presiden dan wakil presiden.

"Saya ingatkan kita ini prajurit terpilih yang bertugas menjaga orang paling penting di negara ini. Tanamkan kebanggan di diri masing-masing‎. Sejak penetapan presiden dan wakil presiden itu adalah tanggung jawab kita bersama," imbuhnya.

Di sela-sela apel gelar pasukan, Maruli bersama dengan ‎Kepala Biro Administrasi Bawaslu Pusat Adhi Santosa dan pejabat utama Paspampres turut melakukan pengecekan alat.

Dalam acara tersebut Maruli tampak satu per satu mengecek langsung peralatan yang biasa digunakan oleh pasukannya mulai dari pintu metal detektor, ‎sniper, alat anti drone, handgun, jammer dan lainnya.

Tidak luput, Maruli turut memperkenalkan satu per satu satuan-satuan dari pasukan Paspampres. Dia juga menyaksikan langsung kemampuan menembak dari para pasukan Paspampres di ‎dalam lapangan tembak indoor.



Ditemui usai apel gelar pasukan, Maruli menyatakan anggotanya sudah siap mengemban tugas khusus untuk mengamankan presiden dan wakil presiden terpilih tahun 2019.

"Secara kemampuan anggota saya sudah dilatih melakukan pengamanan dari jauh-jauh sebelumnya. Kami harus melakukan seperti ini, bentuk Satgas baru karena kami butuh team work supaya antara mereka bisa saling kenal jadi melaksanakan tugas dengan baik," ujar Maruli.

Ia mengatakan personil yang dilibatkan dalam Satgas ini berjumlah 300 orang. Mereka terbagi menjadi dua detasemen sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing. Maruli memastikan kualitas pasukan dalam Satgas sama dengan Grup A dan Grup B Paspampres yang masing-masing bertugas mengawal Presiden dan Wakil Presiden yang sudah dilantik.

Demikian pula dengan peralatan dan perlengkapan, Paspampres tidak membedakannya antara Satgas dan tim organik.

Masih menurut Maruli, pembentukan Satgas dilakukan memang untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak rutin termasuk saat Pilpres.

"Kami bentuk Satgas untuk kegiatan-kegiatan yang tidak rutin setiap tahun. Bentuk Satgas juga supaya tidak menganggu organisasi rutin dari pengamanan presiden dan wakil presiden yang sudah ada," tambahnya.

Terkait dengan potensi pengerahan massa besar-besaran pada 22 Mei, Maruli mengatakan Paspampres tentu sudah mengantisipasi hal tersebut. "Kami pengamanan Presiden sudah 100 persen. Jadi apapun kira-kira ancaman itu kami susun sudah jumlah yang bisa melindungi Presiden dan Wakil Presiden," ujar dia.



Ia menambahkan, seiring berkembangnya teknologi, maka ancaman terhadap Presiden dan Wakil Presiden juga meningkat. Karena itu Paspampres terus memperbaharui peralatan dan perlengkapan serta kualitas pasukan.

"Ya sebetulnya ancaman-ancaman keselamatan kan dengan teknologi, orang sudah mulai melakukan. Mungkin kalau kita lihat misalnya bom bunuh diri kan terjadi dari tahun ke berapa. Sudah menggunakan alat-alat teknologi seperti pemicu handphone atau segala macam itu," ujar Maruli.

"Itu ancaman-ancaman seperti itu terus meningkat. Seperti misalnya kan kita harus punya anti-drone. Dulu enggak perlu. Enggak ada anti-drone. Sekarang kita perlu. Untuk membatasi pemicu. Bagaimana pakai jammer. Seperti itu terus kami punya," lanjut dia.

Terpisah Komandan Satgas Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih tahun 2019 Kolonel Mar.  Efhardian mengatakan pasukannya mulai bekerja sejak ada penetapan pengumuman resmi dari KPU yakni di 22 Mei 2019 nanti.

Sehingga dimasa transisi yakni 22 Mei 2019 hingga nanti resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, presiden dan wakil presiden terpilih bakal diamankan oleh Paspampres.

"Jadi setelah ditetapkan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih, pengamanan diambil alih dari yang semula Polri menjadi Paspampres. Nanti selesai dilantik, akan diamankan Paspampres Grup A untuk Presiden dan Grup B untuk Wakil Presiden," tutur Efhardian.

Editor: Noor Irawan
Foto: Antara
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close