Grab Hadirkan Moda Transportasi Lokal Ikonik untuk Wisatawan - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Tuesday, 25 June 2019

Grab Hadirkan Moda Transportasi Lokal Ikonik untuk Wisatawan

Jakarta, ZONASATU - Bulan Mei yang lalu, Grab telah meluncurkan GrabBajaj, sebuah layanan moda transportasi ikonik untuk warga Jakarta sebagai bentuk dukungan Grab terhadap transportasi lokal dan upaya untuk mengurangi polusi udara. Sebagai ‘everyday super app’, Grab terus berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman pelanggan dengan menghadirkan layanan baru yang terintegrasi dalam aplikasinya.

Kali ini, Grab berkolaborasi bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia lewat co-branding Wonderful Indonesia, untuk menambah daya tarik pariwisata Indonesia dengan memberdayakan transportasi lokal yang ikonik. Melalui terobosan ini, wisatawan dapat menikmati tempat-tempat wisata menarik di Jakarta dengan GrabBajaj dan daerah lainnya dengan GrabBetor di Medan  dan GrabBentor di Gorontalo.

President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan cara memesannya sama seperti memesan GrabBike. “Cara pesannya sama seperti pesan GrabBike dan GrabCar, tapi disesuaikan dengan lokasi. Kalau mau pesan bajaj harus ada di titik lokasi yang ada GrabBajay, begitu juga dengan GrabBetor dan GrabBentor,” jelasnya kepada wartawan di Museum Fatahillah, Jakarta, Senin (24/6/2019).

Ini adalah harapan Ridzki, bahwa kendaraan roda tiga tidak boleh lagi ketinggalan zaman. Dulu, bajaj memang identik dengan kendaraan ibu-ibu. Namun kini, Ridzki melihat potensinya untuk menarik minat turis. "Yang menikmati ini adalah turis-turis yang ingin berfoto dengan kendaraan unik," ujarnya, 

Menurutnya, tekhnologi harus bisa memberikan manfaat untuk mendorong industri bajaj. "GrabBajaj memberikan visibility dan kepastian kepada pelanggan. Kepastian itu soal apakah ada barangnya, harganya berapa. Itu adalah elemen-elemen yang disukai oleh para turis. Tentunya salah satu faktornya adalah harganya; orang tidak perlu menebak lagi harganya," ujar Ridzki.

Pengendara GrabBajaj nantinya akan diberikan pelatihan terkait penggunaan aplikasi, keselamatan, dan wisata. Saat SWA Online menanyakan terkait pelatihan bahasa, Ridzki mengungkapkan bahwa itu hal menarik, namun logitstiknya agak sulit untuk diimplementasikan. Kendati begitu, aplikasi Grab sudah memiliki fitur penerjemah, jadi tidak perlu khawatir soal bahasa.

Dalam kesempatan tersebut Ridzki mengatakan bahwa, saat ini sudah ada 50-100 unit GrabBajaj, 300an unit GrabBentor di Medan, dan 100an di Gorontalo. "Selama satu bulan GrabBajaj beroperasi, permintaan lebih besar daripada suplainya. Jadi, sering banyak tidak ada bajajnya, karena terpakai semua. Jadi, solusi nomor satu saat ini adalah kami tingkatkan jumlahnya menjadi 500, bahkan Pak Dishub yakin tingkatkanlah jadi ribuan, karena potensinya sangat besar," tutur Ridzki.



Untuk memesan GrabBajaj ini, penumpang dikenakan tarif Rp 3.000 per kilometer. Nantinya, akan disediakan juga paket untuk berputar Jakarta selama satu jam. Ridzki menambahkan, saat ini GrabBajaj ada di 5 spot, fokusnya di Jakarta Pusat dan Utara.

Hadirnya GrabBajaj juga tidak terlepas dari peran Kemenpar untuk mendukung ide tersebut.  Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia mengatakan “wisatawan menyukai sesuatu yang ikonik, saya yakin dengan adanya Grabbajay akan menjadi daya tarik tersendiri buat wisatawan ketika mengunjungi Indonesia”, Ucapnya.

Sejalan dengan target 20 juta wisatawan tahun ini, Arief percaya program ini dapat menarik wisatawan untuk masuk ke Indonesia. Dengan menggunakan GrabBajay, wisatawan yang datang ke Jakarta dapat berkeliling dan mengunjungi pusat perbelanjaan hingga pusat budaya Jakarta ataupun destinasi wisata di daerah lainnya dengan GrabBetor di Medan, dan GrabBentor di Gorontalo.

Menurut Arif, Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan keindahan alamnya dan ‘Wonderful Indonesia’ telah menjadi inisiatif berkelanjutan dari Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan destinasi wisata tersebut.

"Kami mengapresiasi inisiatif Grab yang merupakan kelanjutan dari kemitraan dalam mendukung ‘Wonderful Indonesia’ untuk mendukung peningkatan kualitas moda transportasi lokal ikonik yang dapat memberikan pengalaman baru dan unik serta menjadi daya tarik wisatawan ini. Harapannya, dengan dukungan teknologi, semakin banyak wisatawan yang mengunjungi destinasi ini,” jelas Arief.

Berdasarkan data Kemenpar, di bulan April 2019, terdapat sekitar 1,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, meningkat 0,11% dibandingkan dengan bulan April 2018. Oleh karena itu, dengan sekitar 11 ribu angkutan bajay di Jakarta yang digunakan untuk mengunjungi beberapa destinasi ikonik Jakarta, peningkatan kualitas transportasi lokal juga berpotensi menambah daya tarik destinasi pariwisata, sehingga wisatawan dapat merasakan pengalaman unik ketika berwisata.

Editor: Setiawan
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close