Kakorlantas Masih Kaji Perpanjangan Satu Arah - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Sunday, 2 June 2019

Kakorlantas Masih Kaji Perpanjangan Satu Arah

Cirebon, ZONASATUKepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Refdi Andri mengatakan masih mengkaji apakah satu arah di jalan tol akan diperpanjang atau tidak dan untuk keputusannya sendiri pada malam hari.

"Nanti (perpanjang atau tidaknya satu arah) keputusannya sore menjelang malam atau malam menjelang tengah malam," kata Refdi di GT Palimanan Cirebon, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019) siang.

Refdi mengatakan jadwal pemberlakuan satu arah di jalan tol memang direncanakan dari tanggal 30 Mei sampai 2 Juni 2019. Dan hari Minggu (2/6) ini merupakan yang terakhir.

Namun, tanggal berakhirnya satu arah itu bukanlah harga mati dan pihaknya akan terus melihat situasi dan kondisi lalu lintas di lapangan. Hal tersebut, kata Refdi, sama dengan konsep jarak yang awalnya direncanakan diberlakukan dari KM 70 sampai 263.

Akan tetapi karena kebutuhan lapangan padatnya arus lalu lintas meningkatnya volume, maka pemberlakuan satu arah itu sampai KM 414 dan 420. 

"Demikian juga berlangsungnya satu arah itu bisa sekarang maupun besok ataupun sampai H-1. Kita akan melihat suasana di lapangan dan bagaimana mendengar suara pelaksana termasuk penguasa wilayah," tuturnya.

Dia menambahkan akan terus memantau pergerakan lalu lintas untuk memutuskan apakah akan diperpanjang ataupun tidak. Perpanjang satu arah diberlakukan pada pukul 12.00 WIB "Tetapi untuk kali ini (hari Minggu 2/6) mulai KM 70-414 dan 420 itu sudah kita berlakukan pada pukul 06.00 WIB," katanya.*


Dalam kesempatan tersebut Refdi juga mengatakan bahwa selama empat hari operasi Ketupat Lodaya pada tahun 2019 ini untuk kejadian kecelakaan lalu lintas menurun dibandingkan priode yang sama di tahun 2018.

"Selama empat hari operasi ada penurunan jumlah kecelakaan apabila dibandingkan dengan tahun lalu," kata Refdi

Menurutnya pada tahun 2018 di empat hari operasi Ketupat Lodaya terdapat 152 kasus kecelakaan lalu lintas di seluruh jalur mudik. Di mana dari jumlah tersebut mengakibatkan 67 orang meninggal dunia.

Namun pada priode yang sama di tahun 2019 ini hanya ada 67 kasus kecelakaan dan mengakibatkan 18 orang meninggal dunia. "Dan mudah-mudahan kasus kecelakaan akan terus mengalami penurunan termasuk korban fatalnya," ujarnya.

Pihaknya mengaku terus melakukan langkah antisipasi dengan memberikan pengetahun kepada pemudik atau masyarakat ketika berada di jalan, agar terus berhati-hati dan menaati rambu-rambu lalu lintas.

Selain itu juga pemudik harus mengecek kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan, agar bisa meminimalkan resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas. "Kita terus gencar menyampaikan pesan-pesan keselamatan kepada pengguna jalan," tuturnya.

Refdi menambahkan kalau dicermati dan dianalisa serta laporan dari kewilayahan kebanyakan kecelakaan itu diakibatkan kurangnya kontrol dari pengemudi. "Mungkin mereka lelah, capai namun tidak istirahat. Mereka juga tidak mengatur jam perjalanan dan itu yang kita lihat," katanya.

Untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat ketika mengemudi harus dalam keadaan prima dan segar dan apabila sudah capai serta lelah silahkan istirahat terlebih dahulu, jangan memaksakan.

Editor: Wawan
Foto: Antara
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close