Cegah Calon Terpapar Paham Radikal, Pansel Capim KPK Gandeng BNPT - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Monday, 1 July 2019

Cegah Calon Terpapar Paham Radikal, Pansel Capim KPK Gandeng BNPT

Jakarta, ZONASATUPanitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam menyaring kandidat capim KPK periode 2019-2023. Hal ini agar pimpinan KPK mendatang  tak terindikasi paham radikalisme.

Untuk itu  Ketua Pansel Capim KPK 2019-2023 Dr. Yenti Ganarsih, SH, MH,  beserta jajarannya menemui Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH beserta jajaran pejabat BNPT lainnya. Yenti datang bersama tujuh anggotanya, yaitu Indiryanto Senoadji, Harkristuti Harkrisnowo, Marcus Priyo Gunarto, Diani Sadia Wati, Mualimin Abdi, Hendardi, dan Al Araf.

"Hari ini kami menemui jajaran BNPT dan  kita sudah diterima oleh Kepala BNPT. Karena sesuai tahapan yang kita lakukan sejak awal bahwa ada kriteria agar komisioner KPK tidak terindikasi paham radikal dan bagaimana kriterianya kita serahkan ke BNPT, untuk itulah pansel datang ke mari," kata Yenti Ganarsih dalam jumpa persnya usai bertemu jajaran pimpinan BNPT di kantor BNPT yang berada di salah satu kantor Kementerian di Jakarta, Senin (1/7/2019) petang.

Yenti mengatakan bahwa kerjasa sama yang dilakukan pihaknya bersama BNPT adalah untuk memetakan para capim KPK. Hal ini juga yang diminta oleh Presiden Joko Widodo saat memanggil para anggota pansel ke Istana beberapa waktu lalu.

 “Ini untuk mengantisipasi atau melihat dan membaca situasi yang ada pada dinamika di Indonesia karena sejak awal pansel berkepentingan calonnya tidak terindikasi paham radikal ,” ucap Yenti.

Nantinya setelah pansel ini menerima semua nama-nama pendaftar maka pansel akan mengirimkan nama-nama tersebut ke sejumlah lembaga yang sudah dimintai kerja sama sebelumnya oleh pansel, termasuk ke BNPT.

“Pada intinya kriteria itu yang menentukan kami. Selanjutnya kami mengirimkan nama-nama ke BIN, ke KPK, Kapolri, ke Kejaksaan agar dicek apakah ada di polisi yang terindikasi tersangka, di kejaksaan ada yang sedang dituntut, dan sebagainya,” ucap Yenti.

Dalam kesempatan tersebutsalah satu  anggota Pansel Capim KPK, Hendardi menyatakan bahwa isu radikalisme diambil untuk menanggapi isu dinamika politik terakhir yang ada di Indonesia.

“Isu radikalisme ini kita ambil sebagai hal yang penting untuk syarat agar tidak terlibat atau dalam istilah lain lebih pentng adalah agar capim tidak mudah diintervensi dalam bentuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan ideologis,” tutur Hendardi.

Namun demikian, Hendardi menegaskan bahwa tidak terindikasi paham radikal bukanlah penilaian satu-satunya oleh pansel terhadap Capim KPK mendatang, karena ada kriteria lain yang juga menjadi syarat mutlak yang jugaharus dipenihi para capim KPK.

“Isu radikalisme bukan satu-satunya permasalahan yang harus diperhatikan, hanya salah satu isu saja. Isu lain yaitu integritas, track recor', kapabilitas dan independensi dari calon itu sendiri. Isu ini diperkuat saat kami diundang presiden yang menegaskan isu ini penting untuk diperhatikan tim Pansel,”  pria yang juga Direktur Setara Institute ini.

Meski begitu, Hendardi menegaskan, paham radikalisme bukan satu-satunya. "(Radikalisme) ini salah satu isu saja dari berbagai indikator penting lainnya. Antara lain adalah integritas, track record, kemudian kapabilitas dan independensi dari para calon,” dia mengakhiri.

Dijelaskan Hendardi, dalam pertemuan dengan pihak BNPT pun juga dijelaskan mengenai beberapa kriteria tindakan radikal. Dimana BNPT selama ini telah mencoba mengkategorikan radikal yang bersifat negatif, di antaranya tidak terlibat pada organisasi teroris, tidak berkeinginan mengganti ideologi Pancasila, ataupun tak ingin mengganti negara dengan agama tertentu.

"Dalam diskusi tadi juga berkembang mengenai golongan yang dikenal sebagai takfiri. Yang sering mengkafir-kafirkan orang. Ini menjadi yang jadi perkembangan belakangan, bentuk-bentuk semacam ini,” kata Hendardi.

Seperti diketahui, selain terhadap BNPT, Pansel Capim KPK juga bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang sebelumnya juga tidak ikut disertakan dalam seleksi Capim KPK empat tahun lalu.

Menjelang ditutupnya  pendaftaran Capim KPK 2019-2023 pada 4 Juli 2019 mendatang, Pansel KPK sendiri sudah menerima sebanyak 93 orang pendaftar. Mereka yang berminat mengikuti seleksi dapat menyampaikan langsung berkas pendaftaran kepada Sekretariat Pansel Calon Pimpinan KPK, Kemensetneg Gedung 1 lantai 2 Jln. Veteran Nomor 18 Jakarta Pusat 10110 pukul 09.00-15.00 WIB pada hari kerja atau melalui email ke alamat panselkpk2019@setneg.go.id

Editor: Adri Irianto
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close