Kepala BNPT Minta Kementerian PUPR Tingkatkan Kewaspadaani dalam Mendeteksi Masuknya Paham Radikal Terorisme - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Tuesday, 9 July 2019

Kepala BNPT Minta Kementerian PUPR Tingkatkan Kewaspadaani dalam Mendeteksi Masuknya Paham Radikal Terorisme

Jakarta, ZONASATUKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) mempunyai peran penting dalam membangun sarana dan prasarana  infrastruktur di Indonesia ini. Aksi terorisme dan penyebaran paham radikalisme bukan tidak mungkin bisa masuk dari dalam lingkungan Kemen PUPR itu sendiri yang tentunya dapat membahaykan pembangunan bangsa ini.

Untuk itulah para pejabat di lingkungan Kemen PUPR harus memiliki kewaspadaan tinggi  untuk dapat mencegah masuknya paham radikal terorisme tersebut sekaligus untuk mencegah timbulnya aksi terorisme di proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan oleh Kemen PUPR.

“Kementerian PUPR mempunyai kewaspadaan yang tinggi  terhadap paham-paham (radikalisme negatif) yang mungkin menyusupi. Hal ini dikarenakan Kementerian PUPR ini juga ditugaskan oleh negara untuk membuat suatu kontruksi-konstruksi dan mengelola keuangan negara yang cukup besar,” ujar Kepala BNPT, Komjen Pol Suhardi Alius, usai memberikan pembekalan kepada para pejabat Kemen PUPR seluruh Indonesia  yang berlangsung di Hall Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (9/7/2019) .

Karena menurut mantan Kabareskrim Polri ino, kalau sampai saja nantinya ada pegawai di lingkungan Kemen PUPR yang terpapar paham radikalsime negatif dan sebagainya tentunya hal tersebut akan membahayakan secara nasional.

“Oleh sebab itu pemahaman ini kami berikan kembali supaya mereka dapat sadar bahwa merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)  itu tidaklah mudah. Dan hal itu sebenanrya bisa diawali dari lingkungan kerja dari unit yang kecil sampai yang besar besar,” kata alumni Akpol tahun 1985 ini.

Apalagi menurut mantan Sekretaris Utama (Sestama) Lemhanas ini, yang hadir dalam pembekalan tersebut ada sebanyak 1.700 orang pejabat di lingkungan Kemen PUPR  yang telah menjadi pemimpin di bidangnya masing-masing.  Karena merekalah  yang mengelola di lingkungan Kemen PUPR tersebut dari mulai tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi.

“Oleh sebab itu kita harapkan dengan apa yang sudah saya sampaikan tadi mengenai bagaimana mengenal, mengidentifikasi paham-paham radikal negatif dan bagaimana treatment yang bisa dikerjakan, termasuk apa langkah secara manajemen yang bisa diimplementasikan dalam rangka mengeleminir itu semua nantinya,” kata mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Untuk itu pria kelahiran Jakarta, 10 Mei 1962 ini meminta kepada semua pihak untuk tidak pernah meremehkan  lingkungannya masing-masing terhadap kemungkinan masuknya paham radikalsime tersebut termasuk dari dunia maya. Semua pihak diminta untuk saling peduli dan mewaspadai  terhadap situasi lingkungan sekitarnya. 

“Kewaspadaan kita lah yang paling penting  untuk mencegah dengan mengenal bagaimana mengidentifikasi dan memberikan masukan mengenai apa sih treatmentnya kalau hal itu ada  Tadi sudah saya sampaikan semuanya, dan mudah-mudahan pemahaman ini juga secara manajerial juga bisa disampaikan kepada lingkungan pengelola masing-masing unit kerja untuk memberikan langkah-langkah antisipasi,” ujar suami dari dr. Riri Nusrad Kanam ini.

Mantan Kepala Divisi Humas Polri ini juga mengatakan bahwa ancaman penyebaran paham radikal terorisme ini tidak hanya dilingkungan pegawai saja, proyek- proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan oleh Kemen PUPR juga harus mendapatkan perhatian untuk dilindungi dari aksi terorisme.

“Itu (proyek infrastruktur) pasti. Tentu juga ada kerja sama mengenai perlindungan atau proteksi . Direktur Perindungan BNPT nantinya juga bisa memberikan masukan mengenai proyek obyek vital nasional agar terhindar dari aksi terorisme,” kata mantan Wakapolda Metro Jaya ini.

Sementara itu  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemen PUPR, Prof. Dr. Ir. Anita Firmanti, MT, mengatakan bahwa pembekalan dari Kepala BNPT terhadap pegawai dilingkungan Kemen PUPR itu dirasa sangat perlu untuk bis  menghindari adanya penyebaran paham radikalisme dan terorisme di lingkungan Kementerian PUPR itu sendiri. Apalagi Kemen PUPR ini juga diamanahkan oleh negara untuk menjadi pelaksana kegiatan pembangunan infrastruktur yang membutuhkan biaya besar.

“Jadi kalau ada pejabat (PUPR) sampai ada yang terpapar (paham radikalisme) tentunya bisa membahayakan  negara kita, dan infrastruktur Kemen PUPR sendiri juga cukup strategis. Misalnya membangun bendungan lalu kemudian ada unsur-unsur yang agak radikalisme lalu struktur bangunan itu dibuat tidak kuat. Tentunya hal tersebut bisa membahayakan rakyat Indonesia,” kata . Anita Firmanti saat mendampingi Kepala BNPT usai menerima pembekalan tersebut.

Menurut wanita kelahiran Pasuruan, 15 Juni 1960 ini, dengan adanya paparan dari Kepala BNPT tersebut tentunya pihaknya akan berupaya melakukan komunikasi, pemonitoringan terhadap para pegawai di lingkungan Kemen PUPR agar lebih perhatian dan peduli  terhadap staf

“Tentunya kita tidak boleh acuh, tidak bisa membiarkan dan tentunya kami nanti juga akan mendorong para pejabat eselon dari atas (eselon I) lalu ke bawah untuk bisa lebih memperhatikan semuanya. Sebenarnya kita yang paling penting harus merasa bersyukur sebagai orang Indonesia,” katanya.

Acara pembekalan Kepala BNPT  tersebut tampak pula dihadiri Menteri PUPR, Ir. Basuki Hadimuljono, M.Sc, Ph.D, dan seluruh pejabat di lingkungan Kemen PUPR yang ada di Indonesia.

Editor: Adri Irianto
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close