Penambahan 31 Kodim untuk Maksimalkan Fungsi Teritorial TNI dalam Menjaga NKRI - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Monday, 22 July 2019

Penambahan 31 Kodim untuk Maksimalkan Fungsi Teritorial TNI dalam Menjaga NKRI

Jakarta, ZONASATURencana TNI AD untuk menambah sebanyak 31 Komando Distrik Militer (Kodim) baru di wilayah Indonesia Timur disambut baik pengamat militer, Susaningtyas Kertopati. Dia memandang, penambahan ini sebagai sesuatu yang strategis dan penting.

"Penambahan 31 Kodim di wilayah Indonesia bagian timur dapat dipandang sebagai rangkaian pembentukan Kotama Operasional TNI," ucap Susaningtyas di Jakarta, Senin (22/7/2019)

Sebelumnya, ada empat Kotama Operasional yang dibentuk di awal kepemimpinan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Yakni Divisi lll Kostrad, Koarmada lll, Koopsau lll, dan Pasmar 3.

Pembentukan Kotama Operasional tersebut merupakan antisipasi pemerintah atas dinamika lingkungan strategis di Samudera Pasifik dan pengaruhnya atas kondisi di wilayah Indonesia bagian timur.

"Pembentukan 31 Kodim tersebut merupakan satu rangkaian dari kelanjutan pembentukan Kotama Operasional TNI untuk menyelenggarakan fungsi teritorial. Kondisi Papua dengan masih berjangkitnya wabah separatisme menjadi pertimbangan yang dominan atas upaya pemerintah menjaga keutuhan NKRI," tutur wanita yang akrab disapa Nuning ini.

Nuning melihat, pembentukan 31 Kodim tersebut juga dapat dipahami seluruh masyarakat Indonesia jika dibarengi dengan upaya pengurangan Kodim di wilayah Indonesia bagian barat dan bagian tengah. Dengan begitu, jumlahnya tetap imbang. Di sisi lain, keamanan bagian barat dan bagian tengah selama ini relatif stabil.

"Perimbangan bentukan baru Kodim dengan likuidasi sebagian Kodim di Jawa dan Sumatera dapat diproyeksikan ke Ternate, Papua, dan sekitarnya," terang Nuning.

Perimbangan tersebut, tambahnya, patut dilaksanakan Mabes TNI AD agar transparansi TNI AD dapat diterima masyarakat luas sekaligus menjaga neraca keuangan negara.

"Mabes TNI AD patut menghitung biaya operasional 31 Kodim baru tersebut dengan output yang diinginkan secara akuntabel dan kredibel," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Asisten Teritorial Kasad Brigjen Gathut Setyo Utomo mengatakan, TNI AD akan mendirikan 31 kodim di wilayah Indonesia bagian timur, yakni di Papua dan Ambon. “Kita pastikan ada 31 kodim yang akan kita bentuk. Jadi, kita sudah mengirim 1.400 personel ke Papua maupun Ambon yang akan menjadi cikal bakal berdirinya kodim-kodim di wilayah rawan konflik,” ujar Gathut.

Dikatakan, pembangunan kodim di wilayah timur tersebut sengaja diprioritaskan pada wilayah 3T atau terpencil, terluar, dan terisolir. Tujuannya untuk memenuhi salah satu tugas pokok TNI AD yaitu menjaga keutuhan NKRI sehingga sinergi dari pusat hingga daerah harus dibentuk.

Selain itu, TNI AD juga masih mencari sekitar 12.000 bintara pembina desa (babinsa) guna memenuhi kekurangan personel yang akan ditempatkan di wilayah 3T tersebut. “Kodim sendiri berupaya memenuhi personelnya karena sesungguhnya kita masih memerlukan hampir 63.000 babinsa, sekarang ini baru sekitar 50.000,” ujarnya.

Menurt Gathut, sebanyak 12.000 Babinsa tersebut akan diambil dari satuan tempur yang sudah senior. “Nantinya, itu diisi dari satuan tempur, kemudian satuan tempur yang sudah senior akan dimasukan ke babinsa. Kami ingin lebih melakukan langkah nyata di wilayah 3T, karena itulah yang menjadi komitmen kita,” ujarnya.

Editor: Noor Irawan
Foto: Istimewa
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close