Pengamat : RUU Penyadapan, KPK terlalu Dispesialkan - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Thursday, 11 July 2019

Pengamat : RUU Penyadapan, KPK terlalu Dispesialkan



Jakarta, ZONASATU Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Donny Gahral, menilai pengecualian terhadap kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari RUU Penyadapan terlalu dispesialkan.

“KPK terlalu dispesialkan kalau misalnya lembaga harus minta izin ya KPK juga harus minta izin,” kata Donny Gahral kepada Antara, Kamis (11/7/2019).

Menurutnya, jika memang pembentukan RUU penyadapan bertujuan untuk mengatur agar mekanisme penyadapan lebih teratur dan jelas semua lembaga tidak boleh mendapat perlakukan khusus.

“Saya setuju dengan RUU penyadapan tetapi harus ada perlakuan yang sama kalau dilarang semua dilarang kalau minta izin semua minta izin, jangan ada yang spesial,” tambahnya.

Lebih lanjut Donny menyampaikan jika alasan KPK dikecualikan dari RUU penyadapan karena kejahatan yang harus segera diusut tuntas lembaga lain seharusnya juga mendapat kewenangan tersebut.

Penyadapan oleh lembaga lain seperti Densus 88 dan Badan Intelijen Negara (BIN) terkait terorisme sama-sama darurat, bahkan lebih berbahaya dibandingkan korupsi.

“Sekarangkan KPK (dikecualikan) karena menganggap itu extraordinary crime, tapi terorisme juga extraordinary crime karena juga sesuatu yang mengancam terhadap keamanan nasional,” tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Totok Daryanto menegaskan usul inisiatif DPR RI untuk pembuatan UU Penyadapan tidak akan mengurangi ketajaman pemberantasan korupsi, sehingga tidak akan memangkas kewenangan KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi.

“Karena, kalau setiap lembaga bisa langsung menyadap, tidak ada kontrol, sehingga bisa berbahaya. Hasil sadapannya bisa digunakan untuk kepentingan lainnya," kata Totok Daryanto pada diskusi "RUU Penyadapan, Pangkas Kewenangan KPK?" di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa.

Editor: Sofyan Ahmad
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close