Ungkap Sumber Dana Teroris, Densus 88 KGandeng 6 Kedubes Negara - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Thursday, 25 July 2019

Ungkap Sumber Dana Teroris, Densus 88 KGandeng 6 Kedubes Negara

Jakarta, ZONASATUMasalah kejahatan terorisme di Indonesia masih menjadi menjadi permasalahan serius yang harus diberantas untuk dapat diselesaikan  oleh Polri selaku aparat penegak hukum.

Untuk itulah Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) enam negara untuk menyelidiki dana terorisme yang masuk ke Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Dedi mengatakan bahwa pihak Densus 88 mengundang enam Dubes tersebut agar bisa saling tukar-menukar informasi mengenai jaringan teroris di Indonesia dan beberapa negara.

"Masing-masing Kedubes ada liason officer-nya di bidang keamanan dan pertahanan. Diundang oleh Densus 88 untuk mengkomunikasikan sekaligus tukar menukar informasi terkait jaringan terorisme di Indonesia dan di beberapa negara," kata Dedi di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Sebelumnya, Densus 88 menemukan adanya aliran dana untuk kegiatan kelompok radikal di Indonesia berasal dari Trinidad Tobago, Maldives, Venezuela, Jerman dan Malaysia. Adapun kelompok radikal yang dimaksud adalah Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

"Info yang saya dapat dalam waktu dekat ini Densus mengundang para perwakilan Kedubes untuk saling tukar informasi. Untuk mengungkap jaringan JAD yang di Indonesia maupun di beberapa negara," ucap alumni Akpol tahun 1990 ini

Seperti diketahui bahwa Total dana yang diterima dari jaringan teroris luar negeri jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. Uang tersebut dikirim secara bertahap sejak Maret 2016 hingga September 2017 melalui Western Union.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini menjelaskan bahwa dana dari sejumlah negara tersebut dikirimkan kepada teroris Saefulah. Dana ini kemudian diteruskan ke Novendri di Sumatera Barat untuk dialirkan ke kelompok JAD dan MIT.

"Saefulah ini menerima beberapa kiriman dana seperti dari negara Trinidad Tobago sebanyak 6 kali, Maldives dua kali, Venezuela satu kali, Jerman dua kali dan Malaysia satu kali. Uangnya diteruskan Novendri untuk dialirkan ke kelompok JAD dan MIT," tutur pria yang pernah tiga kali menjadi Kapolres yakni di Lumajang, Kediri dan Ponorogo ini

Editor: Sofyan Ahmad
Foto: Istimewa
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close