Internet di Papua Masih Diblokir, Ini alasannya - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Wednesday, 28 August 2019

Internet di Papua Masih Diblokir, Ini alasannya

Jakarta, ZONASATUKementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo) memutuskan untuk melakukan pemblokiran data internet di Papua dan Papua Barat sejak Rabu (21/8/2019) lalu.

Terkait hal itu Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkap alasan mengapa masih melakukan pembatasan dan pemblokiran internet di Papua yang bergejolak belakangan ini.

“Hasil patroli siber gabungan antara Polri, BSSN, dan Kominfo dari tanggal 14 sampai 27 Agustus, sudah termonitor ada 32.000 lebih konten sifatnya provokatif, diskriminatif, dan hoaks,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Selasa (27/8/2019).

Lebih lanjut Dedi menjelaskan setelah dilakukan penelusuran dari puluhan ribu konten tersebut terdapat lebih dari 1.750 akun yang diusulkan untuk diblokir atau dihapus oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Artinya untuk memitigasi secara maksimal konten sensitif terkait Papua. Padahal situasi di Papua sampai hari ini kondusif dan masih bisa dikendalikan. Tidak ada korban. Pemda dan tokoh masyarakat di sana saling mendukung,” kata Dedi.

Dedi juga menyebutkan media sosial yang paling banyak digunakan untuk menyebar konten-konten negatif adalah Facebook yang disasar adalah massa akar rumput kalau dibiarkan akan berbahaya.

"Sedangkan konten Twitter bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Selanjutnya urutan berikutnya adalah YouTube dan Instagram," kata Dedi menambahkan.

Saat ini kondisi di Papua sudah kondusif dan masih bisa dikendalikan untuk itu Dedi meminta media untuk menyuarakan kondisi Papua yang kondusif.

“Apalagi kita tahu tahun 2020 Papua jadi tuan rumah PON (Pekan Olahraga Nasional) dan situasi harus kondusif dari sekarang,” tutur Dedi.

Editor: Himawan Aji
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?