Kota Batu Bakal ada Kereta Gantung, Masyarakat dilibatkan dalam Kepemilikan Saham - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Tuesday, 27 August 2019

Kota Batu Bakal ada Kereta Gantung, Masyarakat dilibatkan dalam Kepemilikan Saham

Batu, ZONASATURencana Pemerintah Kota Batu untuk menghadirkan kereta gantung yang sebelumnya telah digagas mantan Walikota Batu sebelumnya, Eddy Rumpoko, dalam waktu dekat bakal terwujud. Pembangunan kereta gantung untuk mendukung pariwisata Kota Batu terus dimatangkan.

Jika sebelumnya Pemkot Kota Batu bakal mengandalkan pada investor untuk mendanai membangunan kereta gantung tersebut, kini berubah. Keterlibatan dana masyarakat kini menjadi fokus utamanya.

“Ya memang tadinya kan kita sudah ada investor nih, tapi di sini masyarakat bilang mau berperan punya saham,” kata Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko saat ditemui di halaman Balai Kota Among Tani, Batu, Selasa (27/8/2019).

Ia menambahkan pembangunan kereta gantung itu dimodali masyarakat Kota Batu. Dana masyarakat itu layaknya saham.  Dewanti mencontoh taman rekreasi Selecta, di mana tempat wisata tersebut dimiliki oleh masyarakat sekitar.

“Ya seperti Selecta begitulah, saham perlembarnya Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta,” imbuhnya.

Nantinya dengan kepemilihan saham itu lanjut Dewanti, masyarakat bisa menikmati keuntungannya setiap tahun. Menurutnya dengan perubahan ini Kota Batu akan menjadi kota satu-satunya yang membangunan sarana dan prasarana di kota dengan sumber dana masyarakat.

“Itu yang diminta presiden, jangan hanya memakai APBD atau APBN,” jelas istri dari Eddy Rumpoko ini.

Saat ini proses kereta gantung ini sudah sampai pada melengkapi persayaratan regulasi. “Bangun kereta gantung ini kayak kereta api. Pembangunana cuman sebentar. Yang lama menyiapkan regulasi,” tutupnya.

Terkait rute yang akan dilalui kereta gantung tersebut, menurutnya  besar kemungkinan berubah. Namun, Dewanti Rumpoko tidak lagi membeberkan rute baru kereta gantung.

“Untuk rutenya dari mana ke mana, rahasia ya. Kalau saya beberkan rutenya, nanti orang-orang pada beli tanah di area itu,” kata Dewanti.

Dirinya kekhawatiran jika ia menyebutkan titik-titk yang menjadi rute kereta gantung maka akan ada banyak warga yang akan membeli tanah di area tersebut. Terutama spekulan. Sehingga tanah nantinya bakal dimahalkan.

Sebelum ada rencana perubahan, pernah diungkapkan bahwa wacana pembangunan kereta gantung dilakukan dua tahap. Tahap pertama sekitar delapan kilometer dengan stasiun pertama ada di Desa Pendem karena pintu pertama masuk ke Kota Batu. Rutenya menuju di area Panderman Hill di Desa Oro-Oro Ombo.

Lalu ada tiga stasiun pemberhentian, yakni di Desa Tlekung, Desa Oro-Oro Ombo, dan di sekitar Panderman Hill. Rutenya ini bolak balik atau pulang pergi. Sedangkan pada tahap dua akan diteruskan sampai Alun-Alun Batu, terus ke Selecta di Kecamatan Bumiaji.

Editor: Noor Irawan
Foto: ist
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?