Hendardi : Kenapa Baru Sekarang KPK Umumkan Pelanggaran Etik Firli ? - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Thursday, 12 September 2019

Hendardi : Kenapa Baru Sekarang KPK Umumkan Pelanggaran Etik Firli ?

Jakarta, ZONASATU - Salah satu anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK), Hendardi, mempertanyakan alasan KPK yang baru sekarang  mengumumkan pelanggaran etik yang dilakukan mantan Deputi Penindakan KPK Irjen Pol Firli Bahuri.

"Kalau model cara begini ini sama saja mau coba membunuh karakter politik orang, menyudutkan, ini tidak benar juga kalau caranya begini. Kenapa tidak waktu uji publik dan wawancara itu langsung dibalas?" kata Hendardi di sela diskusi Setara Institute di Jakarta, Kamis (11/9/2019).

Saat uji publik, ujar dia, semestinya KPK segera membantah perkataan Firli Bahuri tentang tidak pernah dinyatakan melanggar etik oleh pimpinan KPK. "Bukan malah setelah 10 nama capim diserahkan kepada DPR RI," ujar Hendardi.

Bahkan dikatakan Hendardi, KPK pun sebelumnya juga sudah menyerahkan rekam jejak capim KPK kepada pansel.

Hendardi mengaku sempat menanyakan kasus pelanggaran etik Firli dan telah mendapatkan jawaban kalau kasus Filli belum berkekuatan hukum tetap karena sebelum diputus, jenderal bintang dua itu keburu ditarik lagi ke Kepolisian.

Menurut Hendardi, ia pun sebelumnya juga sudah menanyakan langsung kepada Firli dan dijawab senada, bahwa proses masalah tersebut belum sampai ke dewan pertimbangan sehingga belum berkekuatan hukum tetap.

"Kesimpulannya belum berkekuatan hukum tetap dan kalau belum berkekuatan hukum tetap orang tidak bisa dinyatakan bersalah," ujar dia.

Hendardi pun menegaskan bahwa tugas pansel capim KPK sudah selesai dan sudah tidak berwenang mengutak-atik lagi nama-nama capim KPK. Bola api itu saat ini berada di tangan DPR.

Seperti diketahui sebelumnya pada Rabu (11/9/2019), KPK menggelar konferensi pers dan mengumumkan Firli Bahuri telah melakukan pelanggaran etik berat saat bekerja di lembaga penegakan hukum tersebut.

Menurut KPK, Firli melakukan pertemuan dengan gubernur NTB Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi saat KPK melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait kepemilikan saham pemerintah daerah dalam PT NNT pada tahun 2009-2016.

Firli lalu bertemu Wakil Ketua BPK Bahrullah Akbar di ruangan di KPK selama sekitar 30 menit sebelum Bahrullah Akbar diperiksa oleh penyidik.

Pertemuan selanjutnya juga terkait kasus lain yaitu pada 1 November 2018 malam hari, di sebuah hotel di Jakarta yaitu Firli bertemu dengan seorang pimpinan partai politik.

Editor: Himawan Aji
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?