Serahkan Tanggung Jawab ke Presiden, Pimpinan KPK Kekanak-kanakan - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Saturday, 14 September 2019

Serahkan Tanggung Jawab ke Presiden, Pimpinan KPK Kekanak-kanakan

Jakarta, ZONASATUSikap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo yang telah menyerahkan tanggung jawab pengelolaan lembaga antirasuah ke Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) banyak diperbincangkan.

Pengamat Hukum sekaligus Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) 2007-2010 Dr Syamsuddin Radjab menilai sikap Agus Rahardjo sangat manja bahkan kekanak-kanakan.

"‎Perhatikan sikap tiga komisioner sekarang (Agus Rahardjo, Saut Situmorang dan Laode M Syarif). Ada yang sudah mundur, otomatis fungsi sebagai komisioner tidak jalan. Ketiganya sudah memberikan pernyataan deklaratif ke publik segala tugas kewenangan KPK diserahkan ke presiden," ungkap Syamsuddin dalam sebuah diskusi bertema  KPK : Pimpinan Baru dan Revisi Undang-Undangnya,  di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

"Buat saya komisioner KPK ini manja dan kekanak-kanakan dalam menghadapi dinamika internal dan revisi UU KPK. ‎ Ini sangat bahaya untuk eksistensi KPK dalam menegakkan hukum," tegas Syamsuddin lagi.

Lebih lanjut anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Erwin Moeslimun Singajuru mengingatkan jangan sampai situasi ini malah ditunggangi pihak-pihak yang ingin merusak sistem penegakan hukum di Indonesia.

"Terhadap semua yang terjadi sekarang ini, harus diwaspadai. Agar jangan sampai ditunggangi malah merusak penegakan hukum. Saya yakin masih ada orang baik yang ingin jaga marwah penegakan hukum yaang berkeadilan," tambah Erwin.

‎Seperti diketahui dalam konferensi persnya, Jumat (13/9/2019) malam, pimpinan KPK sepakat menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK pada Presiden Jokowi.

Keputusan ini merupakan kesepakatan dari tiga pimpinan KPK yakni Ketua Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Saut Situmorang serta Laode M Syarif.

Dalam pernyataannya, Agus mengaku prihatin dengan kondisi pemberantasan korupsi saat ini yang sangat mencemaskan. Terlebih Agus merasa lembaganya dikepung dari berbagai sisi.

Agus melanjutkan pimpinan KPK juga merasa revisi UU KPK dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Bahkan rumornya dalam waktu dekat akan diketok.

"Dengan berat hati, Jumat 13 September kami menyerahkan tanggungjawab pengelolaan KPK ke bapak Presiden. Kami menunggu perintah apakah kemudian kami masih akan dipercaya sampai Desember. Kami menunggu perintah itu, mudah-mudahan kami diajak bicara presiden," ujar Agus di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Editor: Guntur Suseno
Foto: -
Sumber: Tribun

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close