Situasi di Papua dan Papua Barat Semakin Kondusif - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Wednesday, 4 September 2019

Situasi di Papua dan Papua Barat Semakin Kondusif

Jakarta , ZONASATUKondisi di Papua dan Papua Barat pasca rusuh yang terjadi pada pekan lalu sudah kondusif. Pasar tradisional yang merupakan mata rantai ekonomi rakyat sudah berjalan normal. Tak hanya itu, pelayanan publik juga sudah kembali berjalan, khususnya di perkotaan baik layanan transportasi (pelabuhan, bandara, terminal), pemerintahan, kesehatan, perbankan, bahkan PDAM sudah dapat berfungsi meskipun butuh sedikit perbaikan karena memang ada kerusakan akibat kerusuhan kemarin.

“Kita bersyukur bahwa perkembangan di Provinsi Papua dan Papua Barat secara umum tetap kondusif dan aktivitas masyarakat kembali normal. Kita bisa pantau aktivitas jual beli pasar tradisional sudah kembali normal. Kita sangat syukuri karena salah satu mata rantai ekonomi rakyat di sana, pasar tradisional sekarang sudah berjalan dengan normal,” ujar Menko Polhukam Wiranto saat menyampaikan perkembangan situasi dan kondisi di Papua dan Papua Barat, di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Selain itu, PT Pelindo atau peti kemas sudah mulai melakukan pengiriman menuju gudang-gudang penampungan, Bank Mandiri kembali buka melayani perbankan, dan aliran listrik kembali normal meski PLN masih melakukan perbaikan di beberapa tempat yang rusak kemarin.

“BBM di Jayapura dan Manokwari sudah normal walaupun antriannya cukup panjang tapi pasokannya tidak terlambat. Lalu, Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dibantu aparat sementara terus melakukan pembersihan puing-puing akibat perusakan, kebakaran untuk kemudian, nanti akan dilanjutkan dengan proses rehabilitasi dan rekonstruksi oleh Kementerian PUPR, dana sudah disiapkan dari pemerintah,” kata Menko Polhukam Wiranto.

“Untuk sekolah, khusus kita jadwalkan pada hari Kamis akan dibuka, akan kembali beraktivitas,” sambungnya.

Dirinya  mengatakan, saat ini tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat terus melakukan koordinasi dan upaya-upaya pertemuan untuk terus memelihara keadaan yang damai agar tetap dapat dipertahankan.

Khusus di Provinsi Papua, telah dilaksanaan kegiatan Forum Kepala Daerah se-wilayah adat Tanah Tabi yang terdiri dari beberapa kabupaten yaitu Kabupaten Keerom, Kab. Mamberamo Raya, Kab. Sarmi, Kab. Jayapura dan Kota Jayapura.

Di Sentani mereka membahas kondisi situasi yang berkembang, kemudian mencari solusi bagaimana bisa mempertahankan keamanan dan perdamaian di wilayah adat itu. Juga pertemuan Forum Komunikasi Umat Beragama Kab. Jayapura dipimpin Bupati Jayapura dan mengundang tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama untuk melaksanakan koordinasi pertemuan, kebersamaan dalam rangka menciptakan suasana damai, suasana yang teduh, dan ini terus akan dilakukan.

Selain itu, Menko Polhukam juga menjawab pertanyaan mengenai jumlah korban yang jatuh di masyarakat dan di aparat keamanan. Dikatakan, sampai dengan hari ini dari hasil pantauan di lapangan, masyarakat yang meninggal dunia di Papua sebanyak 4 orang dan yang luka-luka sebanyak 15 orang. Sedangkan di Papua Barat, tercatat tidak korban meninggal dan luka-luka.

“Untuk TNI/Polri, di Papua yang meninggal 1 orang TNI, luka-luka 2 orang anggota Polri dan di Papua Barat, TNI/Polri tidak ada yang meninggal tapi yang luka-luka ada 2 orang,” kata mantan Menhankam/Panglima ABRI ini.

Mantan Kepala Staf Angkatan darat (KSAD) ini juga menjelaskan mengenai isu-isu yang berkembang tentang adanya aksi demonstrasi susulan di Manokwari. Menurutnya, memang ada hasutan, provokasi, dan hoax adanya demo-demo susulan yang terjadwal. Tanggal sekian dari ini, tanggal sekian dari kelompok ini dan mengundang semua untuk ikut serta.

“Saya katakan ini hoax, masih ada yang ingin supaya keadaan kacau maka aparat keamanan masih hati-hati. Itulah mengapa kita sampai sekarang masih mencoba untuk membatasi kegiatan internet, karena masih ada hasutan-hasutan itu, ajakan provokasi itu. Mudah-mudahan aparat keamanan dengan langkah persuasif bisa meredam itu untuk tidak menjadi demo-demo lagi, tidak ada perusakan lagi, tidak ada pembakaran lagi,” kata alumni AMN tahun 1968 ini.

Dalam kesempatan itu, Menko Polhukam juga menjelaskan mengenai berita penerjunan di Sentani dan Wamena. Ia membantah jika penerjunan untuk tambahan pasukan.

Sebagai mantan Panglima Kostrad, Menko Polhukam mengaku tahu betul bahwa ada latihan PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat). Pasukan tersebut dibagi menjadi dua sehingga mereka bisa siaga penuh, yakni PPRC wilayah Barat dan PPRC wilayah Timur.

“Itu setiap tahun latihan karena diharapkan tidak sampai 9 jam pasukan itu pasukan lintas udara Kostrad harus bisa membantu daerah-daerah yang terancam, di mana Kodam Kodamnya tidak mampu untuk menanggulangi maka dikirim pasukan dari Kostrad lewat penerjunan karena tidak boleh lebih 9 jam. PPRC itu latihan rutin. Kalau tidak dilatih nanti mau terjun bisa gugup, bisa takut lagi, tidak biasa maka harus latihan. Itu sudah dijadwalkan jadi tidak ada hubungannya dengan soal-soal ini,” kata mantan Pangdam Jaya ini.

Editor: Himawan Aji
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close