Dirjen PAS Datangi BNPT Diskusikan Penanganan Napi Terorisme - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Saturday, 26 October 2019

Dirjen PAS Datangi BNPT Diskusikan Penanganan Napi Terorisme

Jakarta, ZONASATUSebanyak 587 Narapidana teroris (napiter) harus menjadi perhatian khusus. Juga bagaimana pelaksanaan pembinaan melalui deradikalisasi serta dampak keamanan dan ketertiban yang bersumber dari dalam maupun dari luar, Sabtu (26/10/2019).

Hal itu diungkap Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS), Sri Puguh Budi Utami, Bc.IP, M.Sim saat melakukan koordinasi pada Kepala Badan penangulangan Terorisme Nasional (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius di kantor BNPT, Jakarta, pada Kamis (25/10/2019).

“Kolaborasi dan koordinasi, ini terkait penanganan 587 Narapidana teroris dari 93 lapas dan rutan di 25 wilayah,” ujar Sri Puguh.

Menurutnya, perlu konsentrasi khusus bagaimana meningkatkan penanganan para napiter. Bahkan pembinaan melalui program deradikalisasi yang kerap digaungkan oleh BNPT sebagai soft approach.

Utami menambahkan, saat ini sudah ada 116 Narapidana teroris yang menyatakan kembali ke NKRI. Hal tersebut merupakan capaian bersama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan BNPT dalam penanganan napiter.

“Kita harus terus tingkatkan , dan ini tantangan yang harus dijawab bersama,” kata perempuan kelahiran Ponorogo 2 Juli 1962.

Wanita yang merupakan lulusan terbaik Akademi Ilmu Pemasyarakatan tahun 1986 menambahkan bahwa komitmen untuk menjalin sinergi dengan BNPT dapat membantu mereduksi hambatan dalam proses pengawasan dan pendampingan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terorisme.

“Terorisme merupakan kasus serius, pasti penanganannya juga harus khusus. Intervensi yang dilakukan juga khusus tentunya, inilah mengapa kami berkoordinasi secara intensif dengan BNPT dan jajaran karena mengetahui profiling awal, selanjutnya pembinaan kami lakukan agar tepat sasaran," ucap mantan Kepala Biro Perencanaan Kemekum HAM ini.

Terlebih dijelaskan bahwa selama ini ada perhatian khusus dari BNPT untuk memindahkan narapidana tindak terorisme di lapas resiko tinggi salah satunya karena dinilai memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dengan paham radikal bahkan bisa membuat jaringan baru meski berada di dalam sel tahanan.

"Jangan bicara jumlah, tapi ketika yang kita hadapi adalah (napiter) yang sangat punya pengaruh, akan berdampak signifikan, tidak hanya kepada warga binaan lain namun juga petugas kami di lapangan. Kita harus perkuat sinergitas ini dalam rangka mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan, khususnya berbagai gangguan keamanan dan ketertiban di dalam maupun dari luar lapas,” kata wanita yang memulai karirnya di Lapas Wanita Medan ini mengakhiri.

Sementara itu Kepala BNPT Suhardi Alius, menegaskan bakal terus berkoordinasi dan berkolaborasi dalam penanganan napiter yang tersebar di lapas dan rutan seluruh Indonesia.

“BNPT akan meningkatkan dukungan terhadap program deradikalisasi bagi Narapidana teroris, juga dalam proses penempatan maupun pemindahan Narapidana terorisme yang didasarkan hasil asesmen” jelasnya.

Diketahui, koordinasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yassona H Laoly di hari yang sama.

Editor: -
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close