Muhammadiyah : Deradikalisasi Bukan Tugas Menteri Agama, tapi Tupoksi BNPT - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Saturday, 26 October 2019

Muhammadiyah : Deradikalisasi Bukan Tugas Menteri Agama, tapi Tupoksi BNPT

Jakarta, ZONASATUWakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Fahmi Salim, mengatakan  paya penangkalan radikalisme dan terorisme selama ini memiliki dua cara, yakni melalui pencegahan dan penindakan.

Dimana pencegahan dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sementara dalam hal penindakan kerap dilakukan oleh Densus 88/Anti Teror Polri.

Pernyataan tersebut diungkapkan Fahmi, menanggapi keinginan Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi untuk berkunjung ke lintas Ormas Islam. Sebagai upaya mengklarifikasi pernyataannya yang ingin menanggulangi radikalisme.

“Menag seharusnya memang sudah memiliki pengalaman paling tidak dari Islam, partai Islam, lembaga Islam, Ormas Islam, dan ini penting membuka dialog agar berjalannya pemerintahan ini kondusif,” kata Fahmi Salim di Jakarta, Sabtu (26/10/2019)..

“Nah disinilah peran agama. Jika dia berfikir radikal, maka harus dilawan dengan pemikiran moderat, jangan sampai dilawan dengan pendekatan mikiteristik,” sambungnya.

Ia menegaskan, deradikalisasi tetap menjadi kewenangan BNPT. Kementerian Agama (Kemenag) bisa mensupport materi kepada BNPT, bagaimana mengajarkan Islam rahmatan lil alamin, tidak mendukung radikalisme dan terorisme yang bermotif kegamaan.

“Bukan berarti deradikalisasi jadi tupoksi (tugas, pokok dan fungsi) Kemenag,” imbuhnya.

Semangat yang disampaikan para elite dan tokoh bangsa adalah persatuan dan rekonsiliasi. Namuan jika Fachrul Razi salah langkah dalam mengurus radikalisme, bakal membuka konflik baru seolah-olah berbenturan umat Islam dengan pemerintah, umat Islam dengan pancasila, dan umat Islam dengan negara.

“Saya sangat setuju sebelum bicara apapun, menteri agama harus berkoordinasi dengan umat Islam dan Ormas Islam,” tutupnya.

Editor: Himawan Aji
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close