Menteri KKP : Penenggelaman Kapal kalau tidak ada Pembimbingan Nelayan akan percuma - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Monday, 18 November 2019

Menteri KKP : Penenggelaman Kapal kalau tidak ada Pembimbingan Nelayan akan percuma

Jakarta, ZONASATU Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menilai bahwa kebijakan penenggelaman kapal menjadi tidak berguna jika dilakukan tanpa adanya pembimbingan terhadap nelayan dan pembudi daya perikanan. Hal itu ia ungkapkan usai menyambangi Kantor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan melakukan diskusi dengan para pengusaha Kadin.

"Kala jargon penenggelaman terus yang kita lakukan, sementara pembinaan kepada nelayan dan pembudi daya ikan kita juga tidak ada, tidak sejalan, tidak ada gunanya," kata Edhy di Menara Kadin Jakarta, Senin (18/11/2019).

Menurut dia, kebijakan penenggelaman kapal tidak perlu dilakukan jika nelayan asing yang melanggar peraturan wilayah perairan Indonesia sudah tertangkap dan diadili.

Namun demikian, ia tidak menampik dan menghormati kebijakan yang diambil oleh menteri sebelumnya, Susi Pudjiastuti. Selama periode kepemimpinan Menteri Susi Pudjiastuti, tidak kurang dari sekitar 556 kapal asing yang ditenggelamkan karena pencurian ikan.

"Saya tidak akan takut menenggelamkan berapa kapal pun tetapi tujuan akhirnya untuk apa? Kedaulatan nomor satu, harga diri bangsa nomor satu. Saya menghormati dan mendukung apa yang baik di menteri sebelumnya," kata Edhy.

Untuk membuat nelayan asing jera dalam melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia, Edhy akan meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan TNI AL, Polairud dan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) KKP.

"Kita tidak pernah takut dengan nelayan asing, tetapi juga jangan semena-mena dengan nelayan sendiri, haru ada pembinaan," kata Edhy.

Ia berharap agar dunia usaha dapat bersama-sama membangun industri perikanan dengan tidak mengabaikan kepentingan nelayan kecil. Sektor kelautan dan perikanan diharap mampu menjawab tantangan penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan berkontribusi aktif dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut  Edhy Prabowo juga berencana menyerahkan kapal-kapal asing pencuri ikan di wilayah perairan Indonesia untuk dapat diserahkan ke nelayan, bukan ditenggelamkan.

Edhy menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Kementerian Perhubungan terkait kapal-kapal tersebut yang menjadi sitaan Kejaksaan Agung.

"Kapal yang ada ini, apa ada ribuan kapal, nah hasilnya apa. Ini bagaimana kalau kita serahkan. Kalau masih bagus untuk disita negara, kemudian kita reparasi untuk diserahkan ke nelayan," kata Edhy

Ia menegaskan akan berhati-hati dalam menentukan nelayan yang berhak diberikan kapal, karena khawatir kapal hibah tersebut akan dijual kembali.

Dari pertimbangannya, kapal yang masih dalam kondisi bagus akan direparasi terlebih dahulu untuk kemudian dihibahkan kepada nelayan atau koperasi.

"Kita reparasi untuk diserahkan ke nelayan atau koperasi atau wilayah-wilayah yang paling banyak dicuri ikannya, ya kita kembalikan (kapal) ke daerah itu," kata dia.

Editor: Indarti
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close