Kapal Selam KRI 405 Alugoro sukses lakukan Uji Coba di Kedalaman 250 Meter - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Wednesday, 22 January 2020

Kapal Selam KRI 405 Alugoro sukses lakukan Uji Coba di Kedalaman 250 Meter


Banyuwangi, ZONASATU -  Di tengah kabar Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengimpor kapal panjang Ocean Going (berukuran 150 meter) dari Denmark, nyatanya Indonesia juga mampu untuk memperkuat pertahanan lautnya dengan produksi di dalam negeri. Di antaranya membuat  (Persero).

Kapal selam ini sebenarnya tidak dibuat sendiri, melainkan kerja sama PT PAL dengan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co., Ltd (DSME) Korea Selatan. Ada 206 teknisi atau engineer dari Indonesia yang dilibatkan dalam pembuatan kapal ini.

"Pembangunan section di Korea Selatan melibatkan orang PT PAL, itu lebih dari 100 (orang). Banyak engineer dan teknisi kami yang dikirim kesana (Korsel) untuk program ini. Untuk membuat (kapal selam)," sebut Plt. Kadep Humas PT PAL Indonesia (Persero) Utario Esna Putra kepada CNBC Indonesia Selasa, (21/1/2020).

Kapal selam KRI 405 Alugoro mampu melewati uji Nominal Diving Depth (NDD) di Perairan Utara Pulau Bali di kedalaman 250 meter. NDD merupakan bagian dari 53 item Sea Acceptance Test (SAT).

Kapal Selam Alugoro akan melengkapi alat utama sistem persentaan (Alutsista) TNI. Sehingga total kapal selam yang beroperasi dimiliki TNI mencapai 5 unit kapal selam.

Seperti dikutip dari keterangan resmi PT PAL Indonesia, berdasarkan cerita pewayangan, Alugoro adalah merupakan salah satu senjata berbentuk Gada yang dimiliki oleh Prabu Baladewa. Prabu Baladewa merupakan tokoh wayang yang dikenal adil, tegas dan jujur.

Senjata Alugoro yang dimiliki Baladewa merupakan hadiah dari Batara Brama, yang merupakan guru dari Baladewa yang mengajarkan berbagai macam ilmu. Senjata ini diberikan oleh Batara Brama kepada Baladewa setelah dinyatakan lulus menuntut ilmu, dimana senjata ini memiliki kekuatan pemusnah yang sangat dahsyat. Senjata Alugoro berbentuk Gada dengan kedua ujungnya yang runcing.

Sebelumnya, nama Alugoro juga pernah digunakan sebagai nama kapal selam yang didatangkan dari Uni Sovyet yaitu RI Alugoro - 406 yang merupakan bagian dari paket pengiriman 12 kapal selam Whiskey Class.

Pemberian nama Alugoro kepada salah satu kapal selam TNI AL dengan harapan dan penuh keyakinan, bahwa kapal selam Alugoro akan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai senjata yang memiliki daya hancur yang besar dan dahsyat serta tidak pernah kalah dalam setiap peperangan.

Kapal Selam Alugoro merupakan kapal selam ketiga dari Batch Pertama kerjasama pembangunan kapal selam antara PT PAL Indonesia (Persero) dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Keberhasilan pembangunan Kapal Selam Alugoro menjadikan Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam.

Kapal selam tersebut sepenuhnya dibangun di Fasilitas Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero). Dalam pengerjaan joint section PT PAL Indonesia (Persero) berhasil menyelesaikan dengan predikat zero defect. Launching atau peluncuran serta pemberian nama kapal dilakukan pada 11 April 2019 di Dermaga Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero).



Apa kelebihan kapal selam buatan Indonesia?

Proses pembuatan kapal ini terdiri dari dua sesi. Yang pertama yakni section atau bagian part assembly, jadi kapal dibagi beberapa blok. Kemudian sesi kedua atau disebut join.

"Bukan seperti mengelas-mengelas langsung jadi satu, kan tidak. Banyak pipa dan elektronika yang dikoneksi. Elektronika juga kan termasuk sonar. Dibuat di PT PAL," sebut Utario.

Dari kerja sama ini, selain berhasil membuat kapal selam, ada juga transfer ilmu. Karena teknisi Indonesia bisa menyaksikan serta membuat langsung di pabrik Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering yang berada di Korea Selatan.

Utario pun menyebut KRI 405 Alugoro sebagai kapal selam yang paling optimal selama dibuat oleh PT PAL. Salah satu indikator yang dibuat adalah cocok untuk menyisir perairan di Indonesia.

"Karena setting-an (kapal selam ini) kan beda dengan kapal selam samudera lepas. Nanti malah sulit untuk bermanuver. Kapal selam ini manuver serta ability-nya cocok dengan kedalaman kepulauan di Indonesia. Itu yang terutama," katanya.

Salah satu keunggulan lain yang masuk ke dalam perhitungan adalah mampu untuk menembus kedalaman laut yang cukup dalam. "Kemarin sudah berhasil dites 250 meter, itu sangat dalam. Dan ini bukan kedalaman maksimum. Jadi nanti ada pengetesan lagi lebih dalam," jelas Utario.

Kapal selam KRI 405 Alugoro merupakan satu dari tiga kapal selam yang dipesan Indonesia ke Korea Selatan. Kapal selama Alugoro diproduksi di PT PAL, sedangkan dua unit sudah dibuat di Korea Selatan yaitu KRI Ardadedali 404 dan KRI Nagapasa 403. Saat ini keduanya juga sudah berdinas di Satuan Kapal Selam TNI AL.

Pengembangan kapal selam ini mendapat dukungan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,5 triliun yang dialokasikan pada APBN TA.2015) kepada PT PAL Indonesia (Persero).

Pembangunan kapal selam KRI 405 Alugoro dimulai pada 6 April 2015, dimulai groundbreaking pembangunan infrastruktur kapal selam di PT PAL Indonesia (Persero). Pada 11 April 2019 berhasil diselesaikan di galangan kapal milik PT PAL.

Setelah itu Kapal Selam Alugoro menjalani berbagai proses pengujian seperti Harbour Acceptance Test (HAT), SAT, dan direncanakan akan diserahterimakan kepada Kementerian Pertahanan untuk digunakan oleh TNI AL pada Desember 2020.

Editor: Noor Irawan
Foto: Ist
Sumber: CNBC

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?