Status "lockdown" di Jatim dipastikan Gubernur untuk tidak diterapkan - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Saturday, 14 March 2020

Status "lockdown" di Jatim dipastikan Gubernur untuk tidak diterapkan


Jakarta, ZONASATUGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memutuskan tidak akan menerapkan status “lockdown” di wilayah setempat setelah menggelar rapat bersama Forkompimda di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (14/3/2020).

Khofifah mengatakan hasil rapat tersebut memutuskan bahwa semua tempat wisata, pusat perbelanjaan dan pasar tradisional di Jatim tetap dibuka, namun pengelola diminta meningkatkan kewaspadaan.

"Menurut keputusan di Grahadi tidak menutup wisata. Pemilik wisata, pasar atau plaza menyiapkan tempat cuci tangan dan masker," ujar Khofifah saat konferensi pers di Institute Of Tropical Disease Universitas Airlangga.

Pengelola wisata dan pusat perbelanjaan juga diminta mempunyai thermal gun untuk mengukur suhu tubuh manusia.

Apabila menemukan pengunjung yang memiliki suhu di atas 38 derajat celcius disertai batuk, kata dia, pihak pengelola wajib memberikan masker.

"Kalau terdeteksi pengunjung maka pemilik wisata atau plaza siapkan masker. Mereka wajib miliki thermal gun," katanya.

Saat ini, beberapa layanan publik saja yang baru memiliki thermal gun, antara lain pelabuhan, stasiun dan terminal.

Bahkan di bandara alat tersebut belum ada, kecuali body thermal scanner.

"Kami koordinasikan di pemberangkatan bandara (ada thermal gun). Dulu di kedatangan, saat ini keberangkatan juga harus dipastikan terdeteksi," katanya.

Thermal gun diakui oleh pemprov jumlahnya masih minim sehingga pihaknya mengambil langkah memesan kembali alat tersebut.

"Thermal gun harus dipesan kembali. 25 Maret akan datang (alat tambahan). Jumlah memungkinkan untuk fungsi deteksi di terminal, stasiun dan bandara," katanya.

Selain itu, mantan Menteri Sosial tersebut juga membuat kebijakan tidak meliburkan sekolah.

Sama halnya ke pengelola wisata, lanjut dia, kepala sekolah dan guru diminta melakukan kewaspadaan, seperti penyediaan fasilitas cuci tangan lebih diperbanyak.

"Kami tidak meliburkan sekolah. Kita minta waspada. Diharapkan punya saluran air untuk cuci tangan, hand sanitizer dan wastafel. Kami maksimalkan langkah preventif," katanya.

Alasan utama Khofifah tidak menutup wisata, pusat perbelanjaan dan tidak meliburkan sekolah karena sampai hari ini belum ada temuan pasien positif virus COVID-19 di Jatim.

Editor: Setiawan
Foto: -
Sumber: Ant

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?