Inisiatif Unit Pemda dalam Penanganan COVID-19 diapresiasi Pemerintah Pusat - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Monday, 6 April 2020

Inisiatif Unit Pemda dalam Penanganan COVID-19 diapresiasi Pemerintah Pusat


Jakarta, ZONASATUPemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengapresiasi inisiatif yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) ataupun unit pemerintahan lebih kecil yang melakukan karantina kelompok terhadap orang-orang yang diduga terkena paparan COVID-19.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Achmad Yurianto pada perbincangan yang mengangkat tema "Sukses Isolasi Mandiri Selama 14 Hari" di Gedung Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin (6/4/2020).

Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang sangat bagus. "Kami salut dengan yang seperti itu," katanya dalam konferensi pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Senin.

Pemerintah juga, katanya, dari awal menyadari bahwa penanganan wabah COVID-19 harus dilakukan bersama-sama, tidak hanya oleh pemerintah pusat, tetapi juga oleh seluruh masyarakat.

"Ini masalah kita bersama, masalah rakyat. Bentuk-bentuk kegiatan inisiasi masyarakat tadi itu membuktikan bahwa kita bisa, kita mampu," kata alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini.

Oleh karena itu menurut pria yang berlatar belakang dokter militer ini, pemerintah sangat mengapresiasi bentuk kepedulian masyarakat terhadap bencana wabah yang telah merenggut banyak korban tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi, dan ini bisa jadi contoh untuk RT RW di seluruh Indonesia," kata alumni Sekolah Perwira Militer Sukarela (Sepamilsuk) ABRI tahun 1989 ini.

Kemudian, Yurianto juga memberikan contoh tentang inisiatif lain penanganan COVID-19 yang patut diapresiasi seperti kegiatan ibu-ibu PKK yang bergerak untuk menjahit masker kain secara massal.

"Ada sekelompok ibu-ibu PKK yang bersama-sama dengan anggota PKK di sana secara massal menjahit masker kain," kata mantan Kepala Kesehatan Kodam XVI/Pattimura ini.

Kelompok masyarakat tersebut, kata dia, mampu membuat 240.000 masker dalam satu pekan dengan menggunakan bahan baku yang dibeli dari dana desa dan dibagikan kepada kepada masyarakat.

"Ini bentuk luar biasa menurut saya. Saya yakin manakala teman-teman kita yang melakukan isolasi secara kelompok memiliki keterampilam menjahit, berikan mesin, kita berikan kain, maka dia juga akan produktif untuk membuat masker kain,” ujar mantan Komandan Batalyon 801 Resimen Mahasiswa Universitas Airlangga ini mengakhiri.

Editor: Wawan
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?