Kejahatan meningkat saat Napi dibebaskan, Polisi sebut:bakal Timbul Masalah Baru - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Monday, 20 April 2020

Kejahatan meningkat saat Napi dibebaskan, Polisi sebut:bakal Timbul Masalah Baru


Jakarta, ZONASATUKepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menerbitkan Surat Telegram Nomor ST/1238/IV/OPS.2/2020 tentang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Surat tersebut diterbitkan menyusul dengan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH-19 PK 01.04.04 Tahun 2020, Kemenkumham RI yang telah membebaskan 37.563 napi melalui asimilasi dan integrasi.

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, surat telegram tersebut merupakan langkah cepat antisipasi terkait pengeluaran dan pembebasan narapidana.

Pasalnya, kebijakan pembebasan napi tersebut berpotensi menimbulkan permasalahan baru karena.

“Saat dibebaskan (napi) akan kesulitan mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di tengah wabah COVID-19, yang tentu saja akan berdampak terhadap aspek sosial, ekonomi, serta keamanan,” kata Komjen Pol Agus kepada wartawan, Senin (20/4/2020).

Komjen Agus menyebut, surat telegram tersebut langsung ditanda tangani oleh Kapolri guna untuk mencegah angka kejahatan, khususnya kejahatan jalanan street crime pasca dibebaskannya para napi.

“Kita mengedepankan upaya preemtif dan preventif dalam rangka Harkamtibmas guna mencegah meningkatnya angka kejahatan,” ungkapnya.

Diketahui, Yasonna menerbitkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Hingga Senin (20/4/2020) tercatat ada 38.822 narapidana yang telah dibebaskan dari penjara.

Para narapidana tersebut dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di wilayah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Indonesia.

“Total data asimilasi dan integrasi adalah 38.822,” kata Kepala Bagian Humas dan Publikasi Ditjen Pemasyarakatan Rika Aprianti, Senin.

Editor: Wawan
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?