Kisah di Balik Letjen Doni Monardo kenakan Seragam Militer Lengkap di kantor BNPB - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Tuesday, 28 April 2020

Kisah di Balik Letjen Doni Monardo kenakan Seragam Militer Lengkap di kantor BNPB


Jakarta, ZONASATUPenampilan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, letjen TNI Doni Monardo, terlihat tampil beda saat berada di kantornya Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (27/4/2020).

Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus tersebut mengenakan seragam militer, pakaian dinas harian berwarna hijau, warna kebesaran Angkatan Darat.

Dengan mengenakan seragam militernya, Jenderal berpangakt bintang tiga ini terlihat ikut rapat terbatas tertutup dan kemudian tampil pada konferensi pers virtual.

Sontak, penampilannya membuat sejumlah peserta rapat "Tracing dan Tracking ODP" terhenyak dan bertanya-tanya alasan Doni memakai seragam lengkap. "Ada apa ya, kok Pak Doni pakai baju dinas lengkap.”

Baju PDH warna hijau lengkap dengan pangkat 3 bintang, 6 kalau kiri kanan, dan aneka Brevet, termasuk Brevet Komando Baret Merah tampak terpasang.

Egy Massadiah, Tenaga Ahli BNPB yang juga Anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, mengabadikan Doni dengan pakaian militer lengkapnya. Egy adalah kawan Doni sejak masih berpangkat mayor.

Egy pun bercerita, pada Minggu, 26 April usai berbuka puasa, ia mendengar Doni memerintahkan ajudannya untuk menyiapkan pakaian dinas harian untuk dipakainya Senin pagi.

“Kantor pasti ‘geger’,” pikirnya.

“Jarang melihat Doni mengenakan pakaian tentara kecuali saat Peringatan HUT TNI 5 Oktober 2019. Seingat saya, itulah terakhir Pak Doni memakai seragam militer,” ujar Egy.

Tanpa berbicara banyak, seragam itu sudah berbicara tentang Karakter Doni. Ternyata ia sampaikan akan  bertindak tegas terhadap para penghalang dan perintang atas kerja kemanusiaan Gugus Tugas, apalagi jika ada penyimpangan.

"Kehadiran sosok Doni Monardo sebagai Kepala Gugus Tugas dalam busana militer, bisa membangun gairah patriotisme, semangat Tempur ‘Prajurit’ Gugus Tugas dalam menjalani peperangan melawan Covid-19".

Tampilnya Doni Monardo berbusana militer tentu harus diartikan sebagai upaya menebar pesan disiplin kepada semua pihak yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

Pesan yang sama pula kepada seluruh rakyat Indonesia, agar bersama-sama memerangi wabah dengan sikap disiplin mengikuti anjuran Pemerintah. Disiplin mematuhi untuk tetap di rumah, disiplin untuk tetap mengenakan masker, disiplin untuk rajin mencuci tangan, disiplin untuk menjaga jarak dan disiplin berpola hidup bersih.

Biasanya Doni mengenakan kemeja putih dengan rompi BNPB. Sejak ditunjuk menjadi Kepala Gugus Tugas COVID-19, baru kali ini Doni mengenakan pakaian dinas militer.

Seperti dikutip Kumparan, Doni menjelaskan alasannya mengapa mengenakan pakaian militer. Sebenarnya, saat bertemu masyarakat, ada beberapa yang menyarankan agar Doni mengenakan pakaian dinas militer. 

"Saya pikir kan selama ini saya menjabat jabatan sipil, ngapain pakai baju tentara. Nah, terus beberapa hari lalu dipesan Pak Seskab (Pramono Anung), sekali-sekali pakai baju dinas," ujar Doni, Senin (27/4/2020). 

Doni mengaku sudah lama tidak mengenakan pakaian dinas TNI. Terakhir, ia mengenakan baju dinas saat HUT TNI pada Oktober 2019 lalu. Sebelumnya, saat menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Sekjen Wantannas), ia juga jarang mengenakan pakaian dinas TNI.

"Jadi saya sudah 2 tahun lebih enggak pakai baju dinas. Kalau ada acara-acara tentara saja pakai baju dinas," ujar mantan Pangdam III/Siliwangi dan Pangdam XVI/Pattimura ini sambil tertawa. 

Selain itu, alumni Akmil tahun 1985 ini menjelaskan, ia menggunakan seragam militer karena ingin menyampaikan pesan rasa disiplin bagi masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan COVID-19. 

"Pesannya adalah dalam kondisi begini, modalnya kita cuma satu, bagaimana meningkatkan disiplin, disiplin individu, kolektif. Ini kan obatnya belum ada, vaksin belum ada. Kalau kita bisa disiplin, menghindari, mencegah, kita selamat," kata mantan Komandan Paspampres ini.
 
Selain itu, mantan Komandan Korem 061/Suryakencana, Bogor ini menekankan pentingnya agar imbauan pencegahan corona harus disampaikan dengan bahasa yang dipahami dan dimengerti rakyat banyak. Hal ini penting agar pesan yang disampaikan pemerintah bisa sampai kepada masyarakat di lapis bawah.

Dalam konferensi pers sendiri, mantan Komandan Grup A Paspampres ini menyampaikan sejumlah poin. Salah satunya, pemerintah berharap pada bulan Juli mendatang, seluruh warga Indonesia sudah bisa hidup normal.

"Ini terlihat adanya penurunan kasus corona di wilayah DKI Jakarta, di mana kurva sudah bergerak flat," ujar mantan Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara (Brigif Linud) 3/Tri Budi Sakti, Kostrad ini mengakhiri.

Editor: Noor Irawan
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?