Raker dengan DPR, Panglima TNI katakan Pesawat TNI hampir tiap hari antar APD ke seluruh Indonesia - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Wednesday, 15 April 2020

Raker dengan DPR, Panglima TNI katakan Pesawat TNI hampir tiap hari antar APD ke seluruh Indonesia


Jakarta, ZONASATU - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa selama masa pandemi COVID-19 ini hampir setiap hari pesawat TNI mengantar alat pelindung diri (APD) ke seluruh wilayah Indonesia.

"Hampir setiap hari pesawat TNI mengantar APD ke seluruh Indonesia, ke 34 Provinsi, termasuk di antaranya Kota, yaitu Merauke," kata Tjahjanto dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Jakarta, Rabu (15/4/2020).

Panglima mengatakan sampai saat ini TNI masih menyimpan kurang lebih 100.000 APD di Gudang Merpati, Landasan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta.

"Sewaktu-waktu apabila diperlukan, kami akan langsung mengirim sesuai permintaan," kata Tjahjanto.

Ia mengungkapkan, permintaan tersebut diatur oleh Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19.

"Permintaan itu diatur oleh Gugus Tugas, namun biasanya tembusan langsung ke Asisten Operasional (Asops) Panglima TNI, kemudian baru kami laporkan ke Gugus Tugas," kata Tjahjanto.

Sebelumnya, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Yaqut Cholil Qoumas merasa saat ini Indonesia tidak mempunyai otoritas kesehatan yang kokoh.

Menurut Yaqut, otoritas kesehatan yang kokoh itu bisa diukur dari empat hal, pertama staf (staff), kedua peralatan (stuff), ketiga bangunan (structure), dan keempat sistem prosedur operasional (SOP) medis yang memadai.
​​​​​​​
Ia mengatakan adanya Tenaga Medis yang menangani pasien COVID-19 mengeluh kekurangan alat pelindung diri dan ventilator di Rumah Sakit rujukan COVID-19, serta adanya pasien COVID-19 yang ditolak masuk rumah sakit rujukan di daerah karena rumah sakit tersebut kurang memiliki fasilitas medis untuk menangani COVID-19 adalah bukti kurang memadainya staf, stuf, dan struktur yang dimiliki Indonesia saat ini.

Kemudian, adanya jenazah korban COVID-19 yang ditolak masyarakat menjadi bukti kurangnya SOP yang diterapkan saat ini di Indonesia.

Yaqut meminta hal itu harus dibenahi ke depan agar Indonesia dipandang memiliki otoritas kesehatan yang kokoh dalam mempercepat penanganan COVID-19.

Editor: Sofyan Ahmad
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?