Ketua Gugus Tugas: Perlu Langkah Tegas terhadap Pelanggar PSBB - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Thursday, 21 May 2020

Ketua Gugus Tugas: Perlu Langkah Tegas terhadap Pelanggar PSBB


Jakarta, ZONASATU -  Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI. Doni Monardo, yang sekaligus sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Bencana Covid-19, meminta aparat penegak hukum untuk mengambil langkah-langkah tegas kepada semua pihak yang melakukan pelanggaran terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan protokol kesehatan.

“PSBB yang masih berlaku tetapi masyarakat juga masih belum begitu banyak yang mematuhi, masih ada yang nekat, ramai bagaimana tugas-tugas kita semua untuk bisa menjamin bahwa tidak akan ada gelombang kedua,” ujar Kepala BNPB usai Rapat, Rabu (20/5/2020).

Alumni Akmil tahun 1985 ini mengungkapkan bahwa hal ini sangat benar dan merasa prihatin saya karena masih ada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Kalau kita dalam 2 minggu terakhir ini sungguh-sungguh/serius, maka apa yang tadi disampaikan oleh Pak Menteri Bappenas, kurva yang 1 itu bisa turun lagi 0 koma sekian, artinya tingkat risikonya semakin kecil,” imbuh Ketua Gugus Tugas.

Namun, mantan Pangdam III/Siliwangi dan Pangdam XVI/Pattimura ini ini mengatakan bahwa yang sangat dikhawatirkan adalah apabila masyarakat masih kurang begitu peduli dengan risiko yang akan terjadi.

“Masih ramai, masih sering kumpul-kumpul, masih sering melakukan aktivitas yang sebenarnya bisa ditahan dulu/bisa dihindari dulu,” terang mantan Komandan Paspampres ini.

Ini, lanjut Doni, adalah waktu krusial buat semua. Ia jelaskan menjelang Lebaran dan akhir Lebaran yang akan datang, sekali lagi, adalah saat-saat kritis.

“Kalau kita ingin segera memutus mata rantai penularan, kalau kita ingin segera kembali kepada kehidupan yang new normal, maka 2 minggu terakhir ini adalah waktu yang terbaik,” urai pria yang juga pernah menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopasssus TNI-AD ini.

Menurut Doni, energi, tenaga, biaya, waktu, kelelahan sudah sangat besar.

Data yang disampaikan oleh salah satu kementerian dan lembaga, menurut Doni, dan telah disampaikan kepada Presiden, sebanyak 81% masyarakat itu ingin segera mengakhiri PSBB.

“Tetapi tidak mungkin bisa mencabut PSBB apabila masyarakat masih belum patuh. Sekali lagi, tingkat kepatuhan ini penting sekali,” tandas Ketua Gugus Tugas.

Lebih lanjut, Ketua Gugus Tugas sampaikan bahwa telah melapor kepada Presiden, yakni potensi ancaman berikutnya setelah Lebaran adalah kembalinya sebagian warga Jakarta dari kampung halaman.

mantan Komandan Korem 061/Surya Kencana Bogor ini menjelaskan bahwa warga yang sebelum diputuskan tidak boleh mudik atau dilarang mudik namun sudah terlanjur kembali ke kampung halaman.

“Kemarin juga kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur DKI, Bapak Anis Baswedan bagaimana langkah-langkah ini harus kita lakukan,” jelas mantan Komandan Grup A Paspampres ini .

Pada kesempatan itu, Ketua Gugus Tugas juga menyampaikan demikian sejumlah kementerian/lembaga dan juga unsur TNI dan Polri agar bisa menjaring sehingga Jakarta tetap dalam kondisi yang aman.

“Karena kita sangat khawatir apabila ada dari daerah-daerah yang sekarang menjadi kawasan episentrum baru, lantas mereka menuju ke Jakarta dan nantinya di antara mereka juga sebagai carrier/pembawa virus,” ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai Komandan Brigif Linud 3/TBS Kostrad ini.

Ia menegaskan bahwa hal ini tentu akan sangat disayangkan dan seluruh tenaga yang dikeluarkan akan menjadi sia-sia.

Dalam kesempatan itu, Doni sangat berharap Gugus Tugas provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia bisa bekerja sama, unsur Polri dibantu TNI, Satpol PP, betul-betul menegakkan aturan.

“Betul-betul bisa melaksanakan kewajiban untuk mencegah terjadinya penularan,” terang pria yang pernah menjadi Wakil Komandan Satuan Tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia.

Kalau 2 minggu terakhir ini sukses, Doni jelaskan bahwa selanjutnya akan bisa memasuki suasana yang baru.  Soal 124 kabupaten/kota yang sejauh ini belum ada kasusnya, Ketua Gugus Tugas sampaikan belum tentu 100% akan aman selama beberapa hari ke depan.

Artinya, lanjut Ketua Gugus Tugas, setiap saat kasus baru bisa saja muncul di kabupaten/kota tersebut.

“Sehingga ketika nanti tawaran untuk dibuka kepada mereka atau diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas dalam 11 bidang yang dikecualikan sesuai dengan kategori PSBB,” ungkap mantan Komandna Yonif 900/Raider ini

Untuk itu, pria yang gemar terhadap bududaya pertanian ini menyampaikan bahwa perlu ada koordinasi dengan para kepala daerah.

“Kita ingin mereka juga siap, kapan mereka siap tentunya kerja sama komunikasi antara pusat dan daerah yang nantinya bisa memutuskan untuk memulai pada bidang-bidang tertentu bisa dibuka kembali,” pungkas Doni.

Editor: Wawan
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
close