Munculnya COVID-19 dinilai Mahfud MD telah menimbulkan Nasionalisme baru - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Monday, 25 May 2020

Munculnya COVID-19 dinilai Mahfud MD telah menimbulkan Nasionalisme baru


Jakarta, ZONASATUMunculnya pandemi virus korona atau Covid-19 menimbulkan nasionalisme baru di kalangan bangsa-bangsa di dunia. Karena hampir semua negara bicara atas nama negaranya sendiri-sendiri, ingin menyelamatkan negaranya, tidak lagi bicara lintas negara, lintas kebangsaan, tetapi semua berjuang agar negaranya selamat dan tertolong, serta mendapat fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk menyelamatkan bangsanya dari Covid-19.

Demikian pernyataan yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD pada acara Silaturrahmi Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMA-PBS) secara virtual, Senin (25/5/2020).

“Saya teringat ketika awal-awal meledaknya Covid-19 ini di awal Maret. Karena perkembangannya dari hari ke hari itu luar biasa, masif, penyebarannya cepat, kita pada waktu itu kelimpungan karena kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), kekurangan alat-alat kesehatan Rapid Test, PCR, dan sebagainya," kata Menko Polhukam Mahfud MD.

Yang terjadi pada waktu itu menurut Mahfud, Indonesia menghubungi semua negara yang punya pabrik alat-alat kesehatan dan obat-obatan. Dan hal itu tentunya juga menjadi rebutan semua negara berebut. Bahkan berapa pun harganya juga berebut, termasuk Indonesia. Dimana Indonesia bersaing dengan Amerika, India, dengan berbagai negara lain.

"Dimanapun alatnya itu ada, mau kita beli dan kita tidak nawar. Kenapa? Karena kita berfikir bangsa kita harus selamat. Negara lain juga begitu, jadi rebutan, barangnya kurang, disitulah kemudian terasa bahwa kita ini sebagai bangsa kemudian terpanggil solidaritas kebangsaannya dan negara lain juga bicara bangsanya sendiri,” kata Mahfud MD.

Selain itu, kondisi ekonomi nasional yang mulai ambruk pun kini bertumpu pada kekuatan negaranya masing-masing. Di kalangan masyarakat Indonesia misalnya, tumbuh industri-industri untuk membuat alat-alat kesehatan sendiri. Ada juga berbagai kampus dengan semangat nasionalismenya membuat rancangan APD, rancangan ventilator, alat-alat tes kesehatan. Kemudian timbul gerakan-gerakan solidaritas pembangunan ekonomi bersama, sehingga itu juga dikatakan indikator munculnya nasionalisme baru.

“Nasionalisme baru dipicu oleh kenyataan bahwa Covid-19 ini tidak mengenal partai, tidak mengenal ideologi, apakah itu penganut ideologi Pancasila, kapitalisme, komunisme, semua diserang. Partainya yang dari Golkar diserang, dari Partai PDIP diserang, semua diserang, DPR juga, eksekutif, legislatif, dokter pun diserang," ujarnya.

Sehingga kata Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan ini, Indonesia dalam berjuang melawan Covid-19 ini tidak lagi memikirkan sekat-sekat kebangsaan  ataupun sub kebangsaannya.

“Oleh karena itu dengan segala kejelekannya, sangat mematikan, dan sangat mengancam, Covid-19 ini ternyata menjadi stimulus bagi kebersatuan kita dalam menghadapinya bersama-sama tanpa pijakan ideologis dan partai apapun,” katanya mengakhiri.

Editor: Himawan Aji
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?