Angkasa Pura tegaskan Tak ada Tiket Hangus, Jika Surat Rapid Test dan PCR Penumpang Bermasalah - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Saturday, 27 June 2020

Angkasa Pura tegaskan Tak ada Tiket Hangus, Jika Surat Rapid Test dan PCR Penumpang Bermasalah


Makassar, ZONASATU - Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura 1 Iwan Risdianto mengatakan, selama masa pandemi Covid-19, tidak ada tiket penumpang pesawat yang hangus.

Jika tidak bisa berangkat dengan alasan surat keterangan rapid test atau tes PCR masih bermasalah.

Bila penumpang menemukan kendala terkait surat keterangan tes cepat atau rapid test, penumpang harus segera berkoordinasi dengan perusahaan penerbangan.

“Tiket bisa di-reschedule (jadwal ulang),” kata Iwan kepada wartawan, Sabtu 27 Juni 2020.

Dia mengatakan, surat keterangan rapid test atau PCR dikeluarkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan. Jika belum diberikan kemudian penumpang tidak bisa terbang, tidak usah panik.

“Sampaikan saja ke maskapai, belum bisa berangkat karena suratnya masih bermasalah. Bisa kok ditunda (keberangkatan) besok atau minggu depan,” katanya.

Selama pandemi ini, kata Iwan, penumpang sudah diimbau agar berada di bandara 4 jam sebelum berangkat. Karena ada proses pemeriksaan rapid tes atau PCR.

“Biayanya ditanggung sendiri oleh penumpang,” ungkapnya.

Jika penumpang batal berangkat karena terlambat datang ke bandara, penumpang tidak bisa meminta jadwal ulang tiket. Tiketnya akan hangus karena kesalahan ada pada penumpang.

“Kalau terlambat (datang) tidak bisa dijadwal ulang,” katanya.

Menurut Iwan, arus lalu lintas penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin mulai meningkat. Dalam sehari, sekitar 3 ribu sampai 3.500 penumpang lalu lalang di Bandara Hasanuddin.

“Kalau akhir pekan bisa tembus 10 ribu penumpang,” ungkapnya.

Untuk saat ini, semua penerbangan domestik sudah buka. Hampir semua maskapai juga kembali beroperasi. Hanya penerbangan internasional yang belum.

Masalah yang dihadapi perusahaan penerbangan saat ini, sebagian daerah masih menerapkan aturan yang berbeda-beda. Jakarta misalnya sudah mulai longgar. Cukup dengan tes cepat sudah bisa masuk. Tapi Bali masih mewajibkan tes PCR.

“Beberapa daerah juga masih memberlakukan PSBB. Jadi penumpang masih banyak yang was-was untuk bepergian,” katanya.

Menurut Iwan, PT Angkasa Pura dan perusahaan penerbangan mulai menerapkan aturan normal baru. Agar usaha penerbangan bisa cepat bangkit. Melayani penumpang dengan jumlah sama seperti sebelum pandemi.

Editor: Indarti
Foto: -
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?