Amerika Memburu Agen Mata-Mata China Yang Sembunyi di Konsulat, Ternyata Militer Aktif - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Friday, 24 July 2020

Amerika Memburu Agen Mata-Mata China Yang Sembunyi di Konsulat, Ternyata Militer Aktif

Agen mata - mata China Tang Juan tertangkap di AS
Washington, ZONASATU - Seorang agen mata-mata China yang diduga melakukan spionase berkedok penelitian di Amerika Serikat (AS) berhasil ditangkap Penyidik Federal Amereka (FBI) di Kantor Konsulat Houston AS.

Agen tersebut diketahui bernama Tang Juan dan bekerja di Universitas Kedokteran Militer Angkatan Udara Tiongkok. Saat tertangkap, Tang Juan membantah jika dirinya memiliki hubungan dengan militer China (PLA) maupun Partai Komunis China (PKC).

Akan tetapi saat dilakukan penelusuran di internet, otoritas AS menemukan foto-foto Tang Juan mengenakan seragam militer aktif. Selain itu saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, FBI memperoleh bukti tambahan adanya koneksi antara Tang dengan PLA.

FBI kemudian menuding Tang telah melakukan pemalsuan Visa miliknya, sehingga Tang juan harus berurusan dengan hukum AS yang kemudian didakwa pada 26 Juni. Tang sempat mencari perlindungan ke Konsulat China agar tidak ditangkap oleh otoritas setempat.

Tindakan konsulat China melindungi Tang Juan saat jadi buruan AS itu semakin memperkuat bukti adanya hubungan khusus antara Tang Juan dengan militer China..

Diungkap oleh seorang Diplomat AS David Stilwell, pejabat tinggi Asia Timur di Departemen Luar Negeri jika kantor Konsulat China di Houston merupakan pusat aktifitas militer China mengirimkan siswanya untuk memperoleh informasi guna meningkatkan dan memutakhirkan ilmu perang yang dimilikinya.

"PLA telah mengirim siswanya ke sejumlah universitas di Amerika untuk belajar berbagai hal yang dapat meningkatkan keunggulan mereka sendiri di dunia ekonomi dan lainnya”, ujar Stilwell seperti dilansir The Times pada 23 Juli 2020.

Stilwell juga sempat mempertanyakan adanya aktifitas pengawalan yang dilakukan oleh konsul jenderal China kepada warga negaranya menggunakan pesawat carteran ke China.

Paska terbongkarnya dugaan aksi spionase, AS memberi waktu 72 jam agar kantor konsultan China di Houston segera ditutup dengan alasan untuk melindungi kekayaan intelektual Amerika dan informasi pribadi Amerika.

Penutupan kantor konsultan China di Houston semakin memperuncing hubungan China dan AS, setelah sebelumnya militer kedua negara adi daya itu saling adu urat di Laut China Selatan.

Editor: Indarti
Foto: Ist
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?