Intelijen Amerika Klaim Memiliki Bukti Keterlibatan Rusia Diperang Libya - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Friday, 17 July 2020

Intelijen Amerika Klaim Memiliki Bukti Keterlibatan Rusia Diperang Libya

Perang berkecamuk di Libya
ZONASATU - Intelijen Amerika Serikat menuding ada peran Rusia dibalik perang saudara yang terjadi di Libya. Terdapat dua kubu yang saat ini tengah berkonflik yaitu Tentara Nasional Libya (LNA) yang didukung Mesir dan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang didukung Turki.

Perang saudara yang terjadi di Libya tak lain untuk memperebutkan kilang minyak yang terletak di laut Mediterania itu. Sedangkan Rusia diklaim berkepentingan untuk mendapat keuntungan dari kilang minyak tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh Amerika jika tentara bayaran Rusia telah menanam ranjau dan bahan peledak improvisasi (IED) untuk mendukung kubu LNA yang dipimpin Jenderal Abdulrazek al-Nadoori.

"Bukti foto yang terverifikasi menunjukkan jebakan dan ladang ranjau yang ditempatkan tanpa pandang bulu di sekitar pinggiran Tripoli hingga ke Sirte sejak pertengahan Juni," kata AFRICOM (United State Africa Command) seperti yang dikutip dari laman VIVA Militer, Kamis 16 Juli 2020.

Meski Rusia membantah tentang keterlibatannya namun pernyataan yang dikeluarkan oleh AFRICOM 
menegaskan bahwa Kelompok Wagner didukung dan dibayar oleh Rusia.

"Grup Wagner yang disponsori negara Rusia menunjukkan sikap mengabaikan keselamatan dan keamanan Libya dengan menanam ranjau dan IED. Sebenarnya Rusia memiliki kekuatan untuk menghentikan mereka, hanya saja tidak ada keinginan,” kata Mayor Jenderal Angkatan Laut Bradford Gering, direktur operasi AFRICOM.

Pernyataan AFRICOM diikuti dengan tuduhan yang pernah dilayangkan pada bulan Mei Jenderal Angkatan Darat Stephen Townsend, komandan AFRICOM. Townsend mengatakan bahwa Rusia telah mengirim 14 pesawat tempur MiG-29 Fulcrum canggih ke Libya untuk menopang pasukan Jenderal Khalifa Haftar, seorang mantan jenderal militer Libya yang memegang kewarganegaraan AS.

"Rusia jelas-jelas berusaha untuk menurunkan skala menguntungkannya di Libya," kata Townsend dalam sebuah pernyataan 26 Mei tentang apa yang telah menjadi perang proksi di negara itu, yang melibatkan sekutu-sekutu AS di kedua sisi konflik.

Pasukan Haftar memang memegang kendali di sebagian besar wilayah Libya timur tetapi baru-baru ini mengalami kemunduran dalam usahanya untuk mengambil Tripoli dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB.

Haftar mendapat dukungan dari Mesir dan Uni Emirat Arab, sementara sekutu NATO Turki telah semakin mengerahkan aset udara dan angkatan laut untuk mendukung GNA di bawah komando Perdana Menteri Fayez al-Sarraj.

 "Kecerdasan kami mencerminkan keterlibatan berkelanjutan dan tidak membantu oleh Rusia dan Grup Wagner. Penilaian citra dan intelijen menunjukkan bagaimana Rusia terus campur tangan dalam urusan Libya," kata Laksamana Muda Heidi Berg, direktur intelijen AFRICOM.

Editor: Indarti
Foto: Ist
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?