Intelijen KGB Menangkap Puluhan Tentara Bayaran Rusia Disebuah Hotel - ZONASATU.CO.ID -->

Breaking

Home Top Ad

Friday, 31 July 2020

Intelijen KGB Menangkap Puluhan Tentara Bayaran Rusia Disebuah Hotel

Tentara keamanan Belarusia
Belarusia, ZONASATU - Sebanyak 33 tentara bayaran dari grup Wagner asal Rusia ditangkap Badan Intelijen Belarusia (KGB) dan polisi khusus Minsk (OMON) di sebuah hotel Kota Minsk.

Mereka ditangkap oleh otoritas Belarusia karena curiga keberadaannya untuk melakukan aksi teror di Belarus yang dua pekan lagi akan melakukan pemilihan umum (Election).

Tidak hanya itu, mereka juga dicurigai mendapatkan kontrak untuk berperang di Libya yang saat ini sedang terjadi konflik antara Tentara Nasional Libya (LNA) dan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA).

Menurut Kepala KGB Belarus, Valeryy Vakulchyk, KGB menangkap puluhan tentara bayaran tersebut setelah mengamati gerak gerik mencurigakan selama dua hari menginap di dalam hotel dan semuanya adalah warga asli Rusia.

Proses penangkapan tersebut dilatar belakangi adanya informasi intelijen KGB tentang adanya 200 tentara bayaran Rusia yang sedang melakukan penyusupan.

Mendengar kabar penangkapan puluhan tentara bayaran dari Grup Wagner, Juru Bicara Rusia Dmitry Peskov mengatakan jika pemerintah Belarusia telah melakukan salah tangkap.

Menurut Dmitry, tentara bayaran itu tidak dikirim untuk mencampuri urusan dalam negeri Belarusia termasuk melakukan aksi terorisme seperti yang dituduhkan melainkan mereka sedang melakukan perjalanan ke negara dunia ketiga.

"Mereka (tentara bayaran Wagner) telah salah dituduh hendak menciptakan ketidakstabilan di Belarus. Mereka sedang dalam perjalanan menuju negara dunia ketiga," ujar Mezentsev, dikutip dari Reuters, Kamis, 30 Juli 2020.

Diketahui, Grup Wagner merupakan salah satu kontraktor militer swasta terbesar di Rusia yang sering dilibatkan dalam perang Timur Tengah.

Kuat dugaan Negara dunia ketiga yang dimaksud oleh Jubir Rusia adalah Libya yang asat ini sedang dilanda konflik antara Tentara Nasional Libya (LNA)  melawan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) dan tentara bayaran Turki di Sirte.

Editor: Indarti
Foto: Ist
Sumber: -

No comments:

Post a comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?